Karena Kita Ada Luka

Karena Kita Ada Luka

  • WpView
    Dibaca 16
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 14, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Awal yang indah, tapi tak selamanya berjalan mulus bak jalan tol. Berawal dari senyuman tipis yang menghangat, hingga berujung perih yang menganga. Patah hati itu hal biasa, bagaimana kamu sembuh dan bangkit adalah yang luar biasa. Namun tidak apa apa, kau tidak sendiri dalam hal ini. Aku, kamu, mereka juga pernah merasakan fase yang sama. Untukmu. Ada hal yang ingin aku katakan. Bahwa tidak ada hal satupun di dunia ini yang akan terus terjadi. Seperti siang berganti malam, malam berganti siang. Patah hati itu pasti terjadi. Mungkin saat ini kamu boleh bersedih, namun suatu saat hal ini dapat terlalui. Patah hati mendewasakanmu. Yakinlah Tuhan sedang merencanakan sesuatu untukmu yang lebih indah dimasa mendatang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#236
katahati
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sajak Rasa Tentangnya Yang Istimewa
  • Luka Lara Luna || END
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Tuhan, Aku Sayang! (TAMAT)
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan