Hilang Arah

Hilang Arah

  • WpView
    LECTURAS 76
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, sep 23, 2021
WpInfo
Poesía
Dalam hidup, ada kalanya kita hilang arah. Kesukaran mendalam seolah menampar jiwa - jiwa yang masih terjebak dalam kekeliruan. Sebuah sajak - sajak sederhana, perlambang jiwa yang senantiasa menanti kebebasan diantara tabir embel - embel cinta. Kesemuan yang berwarna jingga acap kali membuat terlena. Selamat membaca,. Salam dariku, ~Itsmemhrn #30920
Todos los derechos reservados
#4
argumentasi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Puing luka
  • (Bukan) Keluarga
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • ROMANSA KATA
  • JINGGA [END]
  • Behind the Silence
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA

"Malam itu menjadi awal dari mimpi buruk yang tak pernah ia bayangkan." Aluna kehilangan segalanya dalam satu malam-rasa aman, harga diri, dan harapan. Ia hancur oleh luka yang tak terlihat mata, tapi mengoyak jiwanya habis-habisan. Kehamilan yang datang dari pemerkosaan membuatnya ingin menyerah. Namun dalam reruntuhan hidupnya, ada dua hal yang terus menahannya agar tetap berdiri: keluarga yang tak pernah berhenti mencintai, dan janin kecil dalam rahimnya yang menjadi alasan untuk bertahan. Sejak itu, Aluna membenci laki-laki. Ketakutannya begitu dalam, hingga setiap tatapan dan suara laki-laki bisa membuat tubuhnya gemetar. Tapi ia tidak bisa menolak kehadiran laki-laki itu-sosok yang bertanggung jawab, yang tak pernah pergi, yang terus mengirim bunga, hadiah, dan surat-surat haru berisi penyesalan serta doa. "Aku tahu aku tak bisa menghapus malam itu. Tapi setiap langkah yang kamu ambil hari ini, adalah langkah keberanian luar biasa. Kamu tidak sendirian." - A. Hari demi hari, tembok kebekuan di hati Aluna mulai retak. Bukan karena dia lupa, bukan karena dia memaafkan dengan mudah, tapi karena perlahan, ia mulai membuka diri terhadap kemungkinan: bahwa tidak semua luka harus berdarah selamanya. Akankah Aluna mampu menghadapi masa lalunya? Mampukah ia membiarkan seseorang masuk ke dalam hidupnya lagi-meski dari kejauhan? Sebuah kisah tentang luka, keberanian, dan cinta yang lahir dari kehancuran. Untukmu yang sedang berjuang: kamu tidak sendirian.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido