my A
  • WpView
    Reads 447,002
  • WpVote
    Votes 21,173
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 3, 2019
Gadis itu menutup mulutnya agar suara pekikannya tidak terdengar melengking, jadilah teriakannya tertahan kembali ke kerongkongannya. Pria itu sekarang berlutut dihadapannya dengan tangan terulur dan menunjukkan sebuah kotak kecil beludru berwarna biru tua. Pria itu menunjukkan senyumnya yang sedari dulu selalu didamba oleh sang gadis. Senyum itu menular sehingga seluruh orang yang berada disana ikut tersenyum dan mendesah terharu. Tangan jemari pria itu membuka kotak beludru itu dengan perlahan. Beberapa detik kemudian muncullah kilauan cantik dari cincin emas putih berbatu permata kecil ditengahnya. Sederhana tapi sempurna. "Will you marry me? Please say yes." Suara pria itu sedikit bergetar. Jelas sekali menunjukkan kegugupan yang berada didalam dirinya. Gadis itu membuka mulutnya lalu menutup lagi. Sebelum dia menjawab, matanya mencari-cari keseluruh penjuru kafe. Itu dia, pria berkemeja hitam garis-garis dengan celana jins longgar dan sepatu kets hitam. Berdiri sambil bersidekap d
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Secret Admirer
  • Komedi cinta [Tahap Revisi]
  • AGAVAN (H I A T U S)
  • Should I Marry My Best Friend?
  • Romantic Boyfriend (PROSES REVISI)
  • Shadows of Love
  • My brother is my Prince
  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • MARRIED WITH MY FRIEND

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines