my A
  • WpView
    Reads 447,059
  • WpVote
    Votes 21,174
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Tue, Dec 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu menutup mulutnya agar suara pekikannya tidak terdengar melengking, jadilah teriakannya tertahan kembali ke kerongkongannya. Pria itu sekarang berlutut dihadapannya dengan tangan terulur dan menunjukkan sebuah kotak kecil beludru berwarna biru tua. Pria itu menunjukkan senyumnya yang sedari dulu selalu didamba oleh sang gadis. Senyum itu menular sehingga seluruh orang yang berada disana ikut tersenyum dan mendesah terharu. Tangan jemari pria itu membuka kotak beludru itu dengan perlahan. Beberapa detik kemudian muncullah kilauan cantik dari cincin emas putih berbatu permata kecil ditengahnya. Sederhana tapi sempurna. "Will you marry me? Please say yes." Suara pria itu sedikit bergetar. Jelas sekali menunjukkan kegugupan yang berada didalam dirinya. Gadis itu membuka mulutnya lalu menutup lagi. Sebelum dia menjawab, matanya mencari-cari keseluruh penjuru kafe. Itu dia, pria berkemeja hitam garis-garis dengan celana jins longgar dan sepatu kets hitam. Berdiri sambil bersidekap d
All Rights Reserved
#550
fun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Late Love
  • Rasya Vs Rasyid [END]
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Romantic Boyfriend (PROSES REVISI)
  • The Traffic-Stopper
  • TOXIC!
  • friendship dump
  • Secret Admirer

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines