Proposed

Proposed

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
"Jadi Bina, kamu sudah siap menikah?" Tubuh Bina kaku dan otaknya kosong. Yang ada hanyalah pikiran bahwa ini karma karena terlalu sering mengejek Sisi. Hingga pada akhirnya ia tersadar bahwa kejadian itu hanya mimpi. Tepat pukul tengah malam. Namun ternyata bunga mimpi itu tak hanya berhenti di sana. Terbukti saat Arya berada di hadapan Bina dengan tatapannya yang syarat keyakinan. "Saya masih belum pandai ibadah Saya masih belum pandai jaga bicara Belum pandai jaga mata Tapi ayo belajar bersama"
All Rights Reserved
#159
taaruf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • NIKAH YUK!
  • NASA [END]
  • See You Again (On Going)
  • ALIGAS [END]
  • GILANG ABRAHAM
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines