Selama 25 tahun hidup, Binar sekalipun pacaran meskipun pernah dekat dengan beberapa laki-laki namun hanya berujung hts saja. Binar ingin merasakan debaran cinta yang dikatakan oleh temannya. Seolah kupu-kupu terbang keluar dari dada dan perutnya. Akan tetapi, ia masih belum menemukan laki-laki yang membuatnya percaya dan memutuskan untuk memiliki hubungan. Meskipun sebenarnya tidak terlalu memusingkan tentang pacar, namun diumurnya yang menginjak seperempat abad ini membuatnya seperti dikejar oleh umur sendiri. Binar menikmati kehidupan masa lajangnya, akan tetapi sepertinya tetangga rumahnya yang lebih sibuk mengurus kapan dia akan menikah. Tinggal di desa tentunya membuat Binar harus tebal telinga mendengar kalimat "kapan nikah?". Memangnya nikah itu mudah? Kan tidak. Binar tidak perduli dikatakan pemilih karena nyatanya salah memilih jauh lebih menderita dari pada omongan tetangga. Seumur hidup itu terlalu lama untuk dilewati bersama orang yang salah. Sampai pada reuni SMA setelah hampir 8 tahun. Binar kembali bertemu orang yang dulu pernah menjadi mas crushnya. Meskipun rumahnya hanya berbeda desa, tapi semenjak lulus SMA semesta seolah tidak membiarkan dirinya bertemu secara tidak di sengaja bahkan jika Binar telah membuat rencana agar bertemu 'secara tidak sengaja'. Sepertinya, salah satu alasan Binar belum menemukan pacar adalah karena orang yang dimau bukan dia. Akankah kisah Binar bersama 'Mas Crush' nya itu berjalan dengan lancar seperti yang di harapkan Binar atau justru Binar harus memendam angan-angan tentang masa depan dengan crushnya itu? Harapan kecil selalu tersirat dalam setiap doa Binar, berharap bahwa masa depannya bahagia entah dengan atau tidak adanya laki-laki itu dalam hidupnya.
More details