Proposed

Proposed

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
"Jadi Bina, kamu sudah siap menikah?" Tubuh Bina kaku dan otaknya kosong. Yang ada hanyalah pikiran bahwa ini karma karena terlalu sering mengejek Sisi. Hingga pada akhirnya ia tersadar bahwa kejadian itu hanya mimpi. Tepat pukul tengah malam. Namun ternyata bunga mimpi itu tak hanya berhenti di sana. Terbukti saat Arya berada di hadapan Bina dengan tatapannya yang syarat keyakinan. "Saya masih belum pandai ibadah Saya masih belum pandai jaga bicara Belum pandai jaga mata Tapi ayo belajar bersama"
All Rights Reserved
#316
taaruf
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Percaya Padaku, Sayang
  • NIKAH YUK!
  • NASA [END]
  • The Candidates
  • GILANG ABRAHAM
  • LEOLA
  • CINA-CINTAKU (SELESAI)
  • Ruang ; Kursi dan jendela
  • Dua Jejak (novel teaser)

Selama 25 tahun hidup, Binar sekalipun pacaran meskipun pernah dekat dengan beberapa laki-laki namun hanya berujung hts saja. Binar ingin merasakan debaran cinta yang dikatakan oleh temannya. Seolah kupu-kupu terbang keluar dari dada dan perutnya. Akan tetapi, ia masih belum menemukan laki-laki yang membuatnya percaya dan memutuskan untuk memiliki hubungan. Meskipun sebenarnya tidak terlalu memusingkan tentang pacar, namun diumurnya yang menginjak seperempat abad ini membuatnya seperti dikejar oleh umur sendiri. Binar menikmati kehidupan masa lajangnya, akan tetapi sepertinya tetangga rumahnya yang lebih sibuk mengurus kapan dia akan menikah. Tinggal di desa tentunya membuat Binar harus tebal telinga mendengar kalimat "kapan nikah?". Memangnya nikah itu mudah? Kan tidak. Binar tidak perduli dikatakan pemilih karena nyatanya salah memilih jauh lebih menderita dari pada omongan tetangga. Seumur hidup itu terlalu lama untuk dilewati bersama orang yang salah. Sampai pada reuni SMA setelah hampir 8 tahun. Binar kembali bertemu orang yang dulu pernah menjadi mas crushnya. Meskipun rumahnya hanya berbeda desa, tapi semenjak lulus SMA semesta seolah tidak membiarkan dirinya bertemu secara tidak di sengaja bahkan jika Binar telah membuat rencana agar bertemu 'secara tidak sengaja'. Sepertinya, salah satu alasan Binar belum menemukan pacar adalah karena orang yang dimau bukan dia. Akankah kisah Binar bersama 'Mas Crush' nya itu berjalan dengan lancar seperti yang di harapkan Binar atau justru Binar harus memendam angan-angan tentang masa depan dengan crushnya itu? Harapan kecil selalu tersirat dalam setiap doa Binar, berharap bahwa masa depannya bahagia entah dengan atau tidak adanya laki-laki itu dalam hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines