We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
K-popers Vs Wibu

K-popers Vs Wibu

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2020
WpInfo
Fanfic
EXO
Dinda si K-popers. Dan Tomi si Wibu. Dua remaja yang bertolak belakang yang selalu membanggakan kesukaan mereka masing masing. _____________ Dinda yang sedang asik menonton Vidio Exo itu terpaksa mempause karna terganggu suara orang jepang dari handphone Tomi dari depan. "Berisik Tom, Matiin dong!" perintah Dinda melihat Tomi di depannya. "Ogah!" "Ganggu tau nggak?!" "Yaudah sana, pergi jauh - jauh dari gue. Nanti gue ketularan alay kayak lo." "Gue nggak alay!" elak Dinda melihat punggung Tomi yang berada di depannya. Tomi membalikkan badannya sehingga berhadapan dengan Dinda. "Suka kok sama plastik!" cibir Tomi melihat ke Handphone Dinda. "Dari pada lo suka kok sama editan!" Dinda mendecih dan tertawa merendahkan. "Dari pada lo halu setiap hari teriak teriak Oh sehun! Oppa Sehun! Ganteng banget suamiku!! dia aja nggak tahu lo idup apa kagak. Buang buang waktu!" sarkas Tomi membuat Dinda skakmat. "PERGI LO WIBU MESUM!!" geram Dinda. "HALAH DASAR KPOPERS ALAY!" "SIALAN!" umpat Dinda sambil melempari tas teman sebangkunya tapi Tomi dengan cepat menghindar. Berlari sambil tertawa terbahak bahak.
All Rights Reserved
#4
k-popers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • RUN || ROCKY ✔
  • RAISEN
  • Bad Papa
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • LOVE STORY QIANARRA
  • SEVEN POSSESSIVE BROTHERS [BTS] - INEFFABLE
  • Naughty Nanny

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines