Penyuka Darah Menstruasi

Penyuka Darah Menstruasi

  • WpView
    Leituras 96
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jul 8, 2020
Sinopsis Aku tersentak kaget tatkala memasuki toilet tempat ku bekerja. Penasaran mendengar bunyi krasak krusuk didalam bilik kamar mandi yang berada paling ujung.Ah barangkali suara seorang wanita yang membawa kantong keresek barang belanjaannya. Cuek kubiarkan. Tapi kelamaan suara yabg kudengar semakin lama semakin mengganggu telingaku.saat ini yang terdengar seperti orang menendang-nendang keranjang sampah yang terbuat dari besi. Aku mencoba memberanikan diri untuk menegurnya.takut-takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh penghuni toilet di sebelah. "Halo disebelah ada orang kah?"ucapku. Namun sunyi tidak ada jawaban yang terdengar. Tak lama muncul lagi terdengar suara berisik keranjang sampah besi,kali ini terdengar lebih menakutkan,seperti keranjang besi yang dilempar kelantai berulang ulang. Prang....... Prang........ Prang....... Prang....... "Halo mbak yang disebelah,ada apa yah?apakah ada yang bisa saya bantu?" Tak ada sahutan yang didapat. Dan karena penasaran yang sangat dalam,aku memberanikan diri untuk membuka pintu toilet yang sepertinya tampak tak terkunci dari luar. Astagaaa.sungguh mata ku terbelalak ketika perlahan pintu ku buka,ada dua sosok wanita mengerikan seperti buaya dan berlumuran darah sedang asyik menyantap pembalut yang masih tersisa bekas darah menstruasi seseorang. Aku berlari keluar tanpa sedikit pun mau menengok je belakang,dan semakin ku berlalu keluar,bau anyir seraya mengikutiku.
Todos os Direitos Reservados
#816
ceritahoror
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • MENGUMPAT !
  • Husband In Second Life ✓
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Nightmare
  • Yang Pernah Patah
  • Rumah Biasa : Akhir Datang Lebih Awal
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • Bad Revenge || I'm Sorry
  • You're my mine[End✓]

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo