GYNARES [ON GOING]

GYNARES [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 2,859
  • WpVote
    Votos 1,154
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 30, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
"Jangan pernah samain gue dengan cewe lain!" ucap Gyna. "Gimana? Sepakat?" ucap Ares sambil menyeringai. "Lo pikir gue budeg apa?" pekik Gyna. "Please jangan tinggalin gue," ucap Ares sambil memohon kepada... Penasaran??... Apakah serumit itu?.. ×××××××××××××××××××××××××××××××××××× Silahkan membaca readers jangan lupa tinggalkan 𝗩𝗼𝘁𝗲 dan 𝗖𝗼𝗺𝗺𝗲𝗻𝘁nya:) Happy Reading 🥳🥳 ×××××××××××××××××××××××××××××××××××××
Todos los derechos reservados
#25
persahabatn
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • Sour Seventeen
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • Andira [End]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • ATHARES✓
  • ALBAR
  • ALEA (TAMAT)
  • RAGARA [ on going ]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido