Boss & His Children [END]

Boss & His Children [END]

  • WpView
    Reads 707,461
  • WpVote
    Votes 44,155
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadMatureComplete Wed, May 17, 2023
-BLURB- "Ini hal pertama bagiku dan aku melakukannya dengan bosku sendiri yang statusnya sudah menikah. Aku diperkosa oleh kamu. Yang parahnya kita tidak memiliki ikatan pernikahan," lanjut Wirna dengan suara menggebu-gebu. "Aku sudah bilang sebelum kita berhubungan kalau aku bisa menjalin hubungan denganmu." "Menjalin hubungan apa maksudmu? Menjalin hubungan seksual, huh!" Wirna mendengus. Ia mencurahkan isi hatinya yang sedari tadi mengobar didalam dadanya. "Kalau yang kamu inginkan aku menikahimu, aku tidak bisa. Tapi aku bisa menjanjikan hubungan yang lebih baik. Kita bisa menjadi sepasang kekasih," tutur Ibrah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Boss My Husband
  • You TOLD Me So
  • Unplanned marriage
  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • A Day In My Love
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • LAUREYN
  • Angel To Raya (END)

Judul lama My Boss My Husband "Aku bukan tipe orang yang suka berbasa-basi. Aku ingin menawarkan kontrak kerja sama sebagai pasangan suami-istri." Pupilku melebar. Apa tadi katanya? Apa aku tidak salah dengar? Aku merapatkan kedua tanganku karena mendadak aku merasa sangat dingin. Keheningan menyelimuti atmosfer antara kami. Aku menatap Alex tidak percaya dan dia menatapku dengan tatapan khasnya yang meremehkanku. "Aku tidak mengerti maksud, Pak Alex." "Aku ingin kamu menikah denganku tanpa diketahui siapa pun. Pernikahan ini wajib dirahasiakan. Aku akan memberimu kompensasi setiap bulan sebesar tujuh puluh lima ribu dolar." Kedua daun bibirku terbuka lebar. Tujuh puluh lima ribu dolar? Astaga? Aku bisa kaya mendadak dengan menjadi istrinya. "Aku yang memiliki hak untuk memulai dan mengakhiri pernikahan kita." Aku mulai cemas. Tanganku bergetar. Mendengar uang tujuh puluh lima ribu dolar saja membuat detak jantungku berdebar tak keruan. "Aku hanya ingin meminjam rahimmu untuk mengandung anakku nanti." Jantungku terasa jatuh begitu saja. "Ap-apa?" "Bayangkan keuntungan yang kamu miliki sebagai istriku nanti. Kamu hanya perlu bekerja seperti biasa sampai kamu hamil. Setelah itu kamu bisa resign dan menikmati harta yang aku berikan. Kamu akan menjadi wanita yang sangat kaya dengan tunjangan uang tujuh puluh lima ribu dolar, Emily." Mataku menyipit, menatap mata birunya yang sombong itu. Aku meraih tasku dan berdiri. Mataku mulai memerah. "Anda pikir saya wanita seperti apa sampai Anda menawarkan hal paling kurang ajar yang pernah saya dengar? Apa Anda kira kehidupan saya bisa dibeli dengan uang Anda? Saya tidak tertarik. Lebih baik Anda cari wanita lain saja yang mau mengandung anak Anda."

More details
WpActionLinkContent Guidelines