serendipity||New

serendipity||New

  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Mon, Oct 12, 2020
Pagi yang cerah dimana sang mentari telah menampakkan wujudnya,entah mengapa mentari begitu semangat hari ini,mungkin mentari ingin semua orang bangun dan mulai mengawali hari mereka. Tak berbeda dengan satu yeoja remaja ini ia terbangun dari tidur nyenyaknya karena merasa terganggu oleh sinar mentari yang masuk melalui kaca jendela yang tak begitu tertutup rapat oleh tirai kamarnya. Sehingga mengenai wajah putih dan sedikit masuk ke netranya,akhirnya ia mulai menggeliat dari balik selimut tebal yang menutupi tubuh mungil itu,Apakah dia sudah bangun?sepertinya hampir.seperdetik setelah mengumpulkan kesadarannya ia mulai membuka mata,mata bulat yang memiliki manik kecoklatan,sungguh indah bukan? Cover@nrlamaliaaaaa
All Rights Reserved
#204
serendipity
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • By Your Side [Vkook]
  • Beautiful Nightmare • MYG ✔️
  • Dream✔ [MYGxY/N]
  • That Night.
  • Sweet Rain
  • Ahjussi
  • CAIDEN ✓
  • Snowy Miracle (✔) [PROSES PENERBITAN]
  • ABYSS🍀
  • BTS Elemental : The Black Pixya

Aku dapat mendengar keributan kecil terjadi disekitarku. Kurasakan sedikit guncangan pada ranjang tempatku berbaring. Seseorang mengangkat tanganku dan mengelus nya lembut kemudian berkata, "Kita akan membuka perban matamu hari ini". Saat itulah aku tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa lagi melihat indahnya dunia. . . . Hari-hari kuhabiskan dengan melamun. Menatap jauh ke kegelapan yang menutupi penglihatanku sepenuhnya. Semuanya terasa kosong. Sampai suara itu membangunkanku. "Aku bisa menjadi matamu. Kau bisa percaya padaku. Bergantung padaku". . . . Tak ada bedanya ketika aku membuka ataupun memejamkan mataku. Namun, malam itu aku memilih memejamkan mataku ketika suara langkah kaki masuk ke pendengaranku. Benar kata mereka, satu indraku rusak, tapi sebagai gantinya kepekaan indra ku yang lain akan meningkat. Dan aku sama sekali tidak mensyukuri hal tersebut. Setidaknya, sampai hari ini. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dokter bilang, sudah tidak ada harapan. Kita harus segera melepas alat bantu pernafasannya". "Aku tahu. Tapi... Bagaimana aku memberitahukannya pada Jungkook?". "Bawa ia untuk menemui Taehyung. Setidaknya... Untuk terakhir kalinya". NamjaXNamja BoyXBoy Yaoi Vkook Taekook Bangtan Angst Murni imajinasi penulis Mengandung unsur percintaan sesama jenis Don't Like Don't Read Enjoy it ZoopApp 9/11/2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines