Tesla
  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
"Habis ini kelas lo ulangan matematika kan?" tanya Tesla. Belum sempat gadis itu menjawab, Tesla mengambil tangan gadis itu, lalu mendaratkan kertas yang dilipat berbentuk kotak di tangannya. Gadis itu tersenyum tipis lalu berkata, "Thanks, Tes. *** Siapa sih yang nggak kenal yang namanya Tesla anggara? Cowok terpopuler, pandai, dan anak pemilik sekolah. Ditambah lagi wajahnya yang diatas rata-rata menjadi daya tariknya. Namun sikap ramah tamahnya yang didik sejak kecil kepada perempuan menimbulkan kesalahpahaman yang fatal. Bagaimana kisah selanjutnya? Penasaran? Baca aja
All Rights Reserved
#39
anggara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • ARGLADIS
  • ARGANTA (END)
  • MY TEACHER IS MY HUSBAND ( COMPLETE )
  • ANGGARA [SELESAI] Part Masih Lengkap
  • JANUARGHA
  • GALAKSI BIMASAKTI
  • From a friend to lover?
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Forever Friends ( End )

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines