Eccedentesiast

Eccedentesiast

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2020
Buat kalian yang tidak tahu Eccedentesiast itu apa, dibawah ini aku jelasin dulu. Eccedentesiast adalah istilah dalam psikologi yang ditujukan untuk seseorang yang lebih memilih menyembunyikan kesedihannya di balik senyum mereka. Dia gak suka ketika orang lain mengetahui bahwa mereka bersedih, sehingga ia selalu tersenyum seolah-olah tidak terjadi apa-apa. 🍃 Tarisa berjalan menyusuri sebuah sungai, dan tidak sengaja menemukan daun semanggi yang memiliki empat kelopak. Ia memetiknya dan melompat-lompat kegirangan. Menurut mitosnya siapa yang menemukan daun semanggi yang memiliki empat kelopak, maka orang tersebut akan segera menemui keberuntungannya. Hari selanjutnya, hal yang tidak pernah Tarisa duga-duga terjadi. Apakah itu keberuntungan Tarisa ? Mau tahu, apa yang terjadi? Terus ikuti dan stay ya.
All Rights Reserved
#22
lucky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Charmolypi : Echoes || END✓
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • You're Not Alone (END)
  • Whispers between two prayers
  • RAESHA (Revisi)
  • My Sociopath Boyfriend
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • JAM 3 SORE
  • TIREYA
  • Eccedentesiast

[BOOK 2 || What if] NOTE: -Baca dulu Charmolypi book 1 - LEBIH BRUTAL! LEBIH PLUS+ LEBIH IYAHHH.... 💫💫 Seandainya luka itu cuma mimpi... kenapa rasanya masih sakit? Di dunia ini, Tara tak dibedakan. Ia tumbuh dalam keluarga yang hangat, tanpa harus terus-menerus membuktikan bahwa ia pantas dicintai. Tidak ada jarak, tidak ada dingin yang menyiksa. Tidak seperti dalam mimpinya-mimpi panjang dan kelam, di mana kasih sayang orangtuanya hanya milik Nalen. Tapi meski segalanya tampak baik, hati Tara tetap gelisah. Ia masih takut kehilangan. Masih cemas saat ayah ibunya pergi bekerja. Masih menyimpan bayang-bayang rasa bersalah dan pertanyaan yang tak bisa hilang: Kenapa dulu aku merasa bukan pilihan? Apa yang dialaminya dulu hanya mimpi. Tapi rasa sakitnya? Terlalu nyata. Dan kini, bahkan di dunia yang "baik", Tara masih mencari sesuatu yang tak pernah benar-benar ia dapat: kepastian bahwa ia dicintai, bukan diuji.

More details
WpActionLinkContent Guidelines