Living In A Dead Soul

Living In A Dead Soul

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
Ka... Kam... Kamu pernah merasakan menjadi benalu bagi keluarga? mencoba melakukan terbaik tapi tidak pernah di pandang sedikit pun? menjadi anak tapi tak pernah dianggap? atau mencintai seseorang tapi dia justru membencimu? Tenang kamu gk sendiri! Aku dilahirkan untuk di benci dan membenci. Tak tau aku harus bersyukur atau tidak, lahir dan tumbuh ditengah keluarga ini. Tak bisa menyalahkan sang pencipta untuk takdir, rasa ini menjadi campur aduk. Hidup serasa tak berguna, mati begitu pun. Mencoba mengunci kamar, ku ambil selimut untuk menutupi tubuh hingga wajah, agar sakit yang aku rasakan dapat ku lupakan. Pada akhirnya aku hanya membiarkan air bening itu menetes dari kelopak mata ini. [ Bacalah dan rasakan! ]
All Rights Reserved
#31
heartless
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Destiny Changing Action
  • INNER
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Jejak Dendam Menuju Cahaya
  • Merindukan senja
  • EverLasting Love [TAMAT]

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines