Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Between Two Heirs

Between Two Heirs

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
18+ ●●● "Tinggalin dia Zac!" Ayyara menatap Zac dengan pandangan terluka. tangannya terangkat untuk mengelus rahang laki-laki dihadapannya. "Aku bisa berikan segalanya untuk kamu, bahkan aku juga bisa menjadi dia jika itu yang kamu mau. Aku mohon Zac, tinggalin dia dan kita bisa bersama selamanya" Air mata Ayyara jatuh membasahi pipi mulusnya. Dadanya sesak saat melihat Zac sama sekali tidak menatapnya. Laki-laki itu seolah enggan mendengarkan apa yang dibicarakan olehnya. Padahal Ayyara tahu, laki-laki dihadapannya itu juga mempunyai perasaan yang sama seperti yang ia rasakan padanya. "Maaf Ay, aku gak bisa" kalimat yang keluar dari bibir laki-laki dihadapannya itu berhasil membuat tubuhnya lemas tak berdaya. Otaknya blank, kakinya seolah tidak menapak bumi, dadanya sesak, bahkan untuk bernafas saja rasanya sangat sulit. Air mata pun turun membasahi pipinya tanpa bisa dihentikan. Hingga... BUGH Zac jatuh tersungkur, dengan bibirnya yang sedikit sobek dan mengeluarkan darah. "Pilihan yang bagus brother" ●●●
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Bhian [Terbit]
  • My Bae 1 - DJIERA [TAMAT]
  • Double Z
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • May I Love You?
  • Be Yours
Secret

⚠️WARNING⚠️ KARYA INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN 21+ "Jangan gunakan bibirmu ini untuk membantah, apa lagi menghina saya seperti yang pernah kamu lakukan sebelumnya." Lalita hanya terdiam. Air mata kepasrahan mengalir perlahan dari sudut matanya, membasahi bantal sutra hitam di bawah kepalanya. Ego, harga diri, dan kebebasannya telah runtuh sepenuhnya malam ini. Menatap air mata yang membasahi wajah cantik di bawahnya, kilat kepuasan yang pekat terpancar dari manik mata Kenan. "Sekarang, kamu hanya akan patuh pada setiap perintah saya dan seluruh tubuhmu akan menjadi hak milik saya. La-li-ta." Tanpa memberikan aba-aba atau ruang lagi bagi Lalita untuk menarik napas, Kenan langsung merundukkan wajahnya kembali, mengklaim hak kepemilikan pertamanya atas wanita yang kini telah resmi masuk ke dalam sangkar emasnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines