⚠️WARNING⚠️ KARYA INI MENGANDUNG UNSUR DEWASA DAN KEKERASAN. HARAP BIJAK MEMILIH BACAAN 21+ "Jangan gunakan bibirmu ini untuk membantah, apa lagi menghina saya seperti yang pernah kamu lakukan sebelumnya." Lalita hanya terdiam. Air mata kepasrahan mengalir perlahan dari sudut matanya, membasahi bantal sutra hitam di bawah kepalanya. Ego, harga diri, dan kebebasannya telah runtuh sepenuhnya malam ini. Menatap air mata yang membasahi wajah cantik di bawahnya, kilat kepuasan yang pekat terpancar dari manik mata Kenan. "Sekarang, kamu hanya akan patuh pada setiap perintah saya dan seluruh tubuhmu akan menjadi hak milik saya. La-li-ta." Tanpa memberikan aba-aba atau ruang lagi bagi Lalita untuk menarik napas, Kenan langsung merundukkan wajahnya kembali, mengklaim hak kepemilikan pertamanya atas wanita yang kini telah resmi masuk ke dalam sangkar emasnya.
More details