Fierce girl

Fierce girl

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Satu kedipan mata bisa mebuat para wanita meleleh itu yang menggambarkan sifat genit RAKA EMILANO TAMARA cowok dengan satu kedipan dan senyum manisnya bisa membuat siapa pun meleleh melihatnya.tapi,tidak dengan TIARA PUTRI cewek cantik dan sifat nya yang cuek dan galak tidak tertarik dengan raka sedikit pun.tapi sifatnya yang cuek dan dingin bisa membuat raka jatuh cinta,walaupun raka suka genit tapi seuumur hidupnya tidak pernah pacaran. ----------------------------------------------- "Minggir, lo ngalangin jalan!"ucap gadis yang sedang membawa buku itu. 3 cowok itu menatap intens gadis yang di depannya.agam dan gilang menatap ngeri ke arah gadis itu berbeda dengan raka malah tersenyum miring ke arah gadis itu. "Target"ucap raka dalam hati.sambil tersenyum miring Agam dan gilang bergeser ke samping mempersilahkan gadis itu berjalan,karna takut dengan gadis dihadapannya.berbeda dengan raka malah mengedipkan matanya dan menampilkan senyumnya. Gadis yang melihat kedipan dan senyuman raka dengan aneh dan menatapnya dengan datar. Raka mencoba mengedipkan matanya yang kanan hasilnya nihil,yang kiri tapi hasilnya nihil juga, gadis itu masih dengan wajah datarnya. "Ko gak bisa,ko gak mempan,coba senyum deh"ucap raka dalam hati dengan bingungnya. Raka tersenyum manis ke arah gadis itu. Gadis itu menatap raka dengan aneh seperti orang gila. "Ganteng ganteng gila"ucap gadis itu dalam hati. "Gue baru tau orang gila bisa sekolah"ucap gadis itu dengan santainya berjalan. "Apa???? gue di sebut orang gila gak salah nih?"ucap raka dalam hati. Raka masih terdiam dengan ucapan gadis itu.berbeda dengan kedua makhluk disampinya yang sudah tertawa.
All Rights Reserved
#95
galak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • 𝘖𝘯𝘭𝘺 𝘠𝘰𝘶 (END)
  • ARGLADIS
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • My Little Monster - Completed
  • RaLia (TAMAT)
  • How to Survive

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines