We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HUG ME, PLEASEEE!!!!!

HUG ME, PLEASEEE!!!!!

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2020
WpInfo
Non-Fiction
bagaimana rasanya jika kamu menjadi diriku? terlahir dari keluarga sempurna, banyak orang yang iri akan hal itu. namun tak ada satu orang pun yang tau apa yang aku rasakan dan perjuangkan, memang aku terlahir dari keluarga yang bisa dibilang termasuk orang-orang yang paling berpengaruh di Indonesia bahkan manca negara. ya ayahku seorang pengusaha tersukses, ayahku memiliki beberapa cabang perusahaan mulai dari properti, advertising, pariwisata dan banyak lagi. yah sesukses itu ayahku, dan ibuku hanyalah seorang ibu rumah tangga bisa yang selalu menemani ayah kemanapun ayah pergi. jangan lupakan aku adalah anak pertama mereka, dan aku memiliki 2 adik perempuan. begitu sempurna bukan?? menurut orang seperti itu, aku hidup tanpa kekurangan apapun, ya memang benar itu tapi ada banyak hal yang kusembunyikan dari keluargaku. kata siapa aku akan hidup dengan tenang dan bahagia tanpa ada yg mencemoohku, membully, bahkan memakiku?? aku merasakan itu semua dipermalukan didepan orang tanpa aku tau apa salahku, membuly, memaki, bahkan didorong begitu saja sampai aku tersungkur dilantai. kenapa aku tidak mengadu? karna aku lelah, selalu dibilang pengadu, munafik bahkan anak papah yang sedikit-dikit harus cerita ini semua karena aku adalah anak dari ayahku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • Still The Same
  • SasuHina - Love Story
  • FREAK [Completed]
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Antara aku dan dunia
  • This is Our Crazy Family [END][KUBACA]
  • ngger adalah vandyku
  • Full Of Scratches
  • My Bromance [18+] End

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines