From benefit to love

From benefit to love

  • WpView
    Membaca 2,653,787
  • WpVote
    Vote 34,557
  • WpPart
    Bab 20
WpMetadataReadDewasaLengkap Min, Feb 8, 2015
WpInfo
Fiksi
Romansa
18+ Rada vulgar nih, anyway ini cerita dewasa pertamaku. saran, comment, kritik, dan vote ditunggu ya!^^ Aku Marsya. Aku cewek populer sekolahku dan aku selalu punya banyak kesempatan untuk memainkan cinta. Sampai akhirnya aku tau, cinta bukan alat bermain.. * * * Aku David. Aku tidak pernah bermain-main dengan cinta, tapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi, bukan hal aneh jika aku bermain sedikit kan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nothing, But You...
  • It HURTS
  • Friend's Diary I
  • Adiksi (SEX EDUCATION?)
  • The Jerk
  • Syaren

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan