Ketua OSIS X Cewek Polos

Ketua OSIS X Cewek Polos

  • WpView
    Membaca 216
  • WpVote
    Vote 40
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jul 18, 2020
Arman Haritsyah, seorang laki-laki yang berumur 17 tahun. Dia dipertemukan oleh gadis polos yang tidak tahu dunia luar dan sosial. Arman berniat ingin membantunya, berbagai cara telah ia lakukan. Namun, langkah yang paling efektif menurutnnya adalah dengan ia masuk OSIS. Peluang untuk dia memperkenalkan dunia luar dan sosial semakin besar. Arman tidak mau melihat gadis itu tidak mempunyai teman dan bahkan sering tertutup. Makanya, Arman membantunya dan tak lupa bersama tiga sahabatnya. Lambat laun, Arman jatuh hati dengan gadis itu. Akankah perasaan Arman akan tersampaikan? Akankah juga gadis itu hanya menganggap Arman sebagai pahlawannya tanpa memperdulikan isi hati Arman?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#775
fun
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • GHAVARI
  • Eramnesia
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • DinoSaurus
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • BROKEN
  • ALAN [END]
  • GASA [end]
  • The Secrets of Prince
  • [END] High School of Mystery: Russet Case
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan