βπ©ππππππ π
πππ ππππ
π, ππππππ
π ππππ
π, ππππππππ ππππ,β
**
Gambaran yang tepat untuk mengukir apa yang ia rasakan hanyalah memberi senyuman lebar tanpa adanya beban. Tapi kali ini, beban itu seakan mendorong paksa hatinya untuk menyuarakan lewat mulutnya yang selalu terkunci rapat.
Ia bertemu, di sebuah tempat yang begitu menguarkan aroma kopi, lebih tepatnya ia melihat dia datang dengan ciri khasnya. Dari cara dia berbicara dan bercerita, terdapat hal yang menurutnya tidak dimiliki orang lain.
Hal lainnya, dia datang mendekat. Terus mendekat dan tidak memberi ruang untuknya bergerak bebas dan melakukan sesuai apa yang ia inginkan. Hanya sebuah bimbang yang selalu menjadi pikiran. Hanya sebuah harapan, tanpa tahu itu adalah kepastian atau bukan.
Ada sebuah rasa bersalah, tumbuh menjadi sikap pasrah. Ada kata ingin mengakhiri, namun sulit untuk ditinggali.
Ia paham, namun ia diam. Ia tahu, namun membisu. Bahkan ia mengerti, namun tetap tidak peduli. Ia salah, ia lengah. Pada akhirnya, ia yang harus menanggung kesedihan ini.
Apa akan ada kesempatan untuk membayar kesalahan ini?
Start : 18 September 2021 Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Baca selengkapnya