BIRU (Hiatus)

BIRU (Hiatus)

  • WpView
    Reads 1,486
  • WpVote
    Votes 202
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 13, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[On Going] [⚠Slow Update] Dia Biru Aurora yang kerap di sebut Biru. Hanya seorang gadis lugu dan polos, jangan lupakan sifat dinginnya yang merekat pada dirinya. Kisah kekeluargaan? Kisah percintaan? Kisah persahabataan? Kisah penghianatan? Ia harus mengikuti jalan yang sudah digarisi takdir yang mau tidak mau harus dilaksanakan, ikhlas tidak ikhlas harus menerima, sakit maupun tidak harus dijalankan. ------ Percaya atau tidak, semua ini terlalu menyakitkan. Haruskah aku yang mendapatkannya? -Biru Aurora. Aku tidak mengerti, apa yang aku lakukan? -Elang Xavitero __________ For Your Information: Nama tokoh dan nama tempat, yang masih meminjam dari yang lain. Harap maklum jikalau ada kesamaan dari dalam ceritanya. Jalan cerita yang dibuat, sudah tentu terkarang dari saya sendiri. Mengarang itu sangat sulit, Karena mengarang tidak semudah copy-paste. Β©2020 by RirianiπŸ–‹οΈ
All Rights Reserved
#559
devil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Biru [END]
  • DIA BIRUTA
  • Deep Blue (END)
  • Berandal school is a good Papa
  • Lu-Gu (Selesai)
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • SELF LOVE
  • BACK [END]
  • Biru's World [Revisi]

Sinopsis : Biru mencoba melambai-lambaikan tangannya tepat di hadapannya tapi hasilnya tetap sama. Tatapan yang sama. Raga yang diam. Pikiran yang kelayapan. Jiwa yang dipenuhi kerinduan. Laila tersadar dari lamunannya, saat wajah Biru tepat berada di hadapannya. "Apakah kau menyukai langit biru?" "Sampai-sampai apapun yang ada di sekitarmu kau begitu tidak peduli" "Menurutmu, apa yang indah dari langit biru?" ucap Biru pada Laila yang kini tengah menatapnya. Laila tidak mengucap sepatah kata pun. Ia berusaha untuk berdiri dari duduknya. Dan ia sama sekali tidak berpikir untuk menjawab pertanyaan beruntun yang terucap dari mulut Biru. Tak lama dari itu, pandangannya berubah menjadi kabur. Langit biru tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah ruangan dingin yang begitu gelap. Laila pingsan di hadapan Biru. __________________ Tiga per dua diperoleh dari kesadaranku. Sisanya hanyalah angan tentang kenangan. ~Laila Buktinya, kamu sama sekali tidak bisa melepaskan ingatan tentang kenangan itu bukan? Ya, ia abadi dalam hati ~Maria Apa yang indah dari langit biru??? ~ Biru

More details
WpActionLinkContent Guidelines