The Dark Side Of My Mate

The Dark Side Of My Mate

  • WpView
    Lecturas 7
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 9, 2020
WpInfo
Ficción
Paranormal
Zika benar-benar nekat, dengan satu buah suntikan, dan sebuah pistol. Gadis itu memasuki hutan belantara, dimana banyak rumor tentang makhluk mematikan. insting fantasinya berkeliaran bebas, khayalannya tentang makhluk Immortal yang selama ini hanya ia baca dari aplikasi, atau novel. Kegilaanya menuntun dirinya, memasuki hutan dengan langkah berani, tanpa tahu, bahwa setiap langkahnya ada hembusan nafas penuh gairah, dari hewan berbulu hitam lebat tak jauh dari langkahnya. "Kalo gue dapet darahnya, bakal gue tembak, habis itu sedot darahnya pake suntikan, dan gue jadiin bahan percobaan di lab, " Berhasilkah misi Zika, dengan segala ambisi kegilaannya?. Silahkan follow sebelum membaca:).
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Xagala
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Catatan Auralis
  • Lightshadow
  • Between Crown and Forest
  • Sandyakala
  • Demon's Bloom: A Sacrifice for Love [END]
  • dunia lain (yizhan)
  • KISAH TANPA ENDING ✓
Xagala

Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido