Jodoh di Tangan Teman [On Going]

Jodoh di Tangan Teman [On Going]

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
"Mungkin ini adalah pengorbanan terakhirku, membiarkanmu bahagia tanpa hadirku." _Ratulia Sharin_ "Darimu aku belajar bahwa dua sahabat sejati akan bisa saling memahami tanpa harus bicara sepatah kata pun." _Kiran Auristela_ "Penderitaan saat mengetahui kebenaran lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan." _Kemal Harimawan_ Wajar jika banyak gadis yang selalu berkhayal akan pasangan sempurna, tetapi jika Tuhan berkehendak agar menikah dengan orang yang tidak sempurna, maka hanya akan ada dua kemungkinan. Singkirkan khayalan itu dan terimalah orangnya, atau singkirkan orang itu dan nikmati khayalanmu. Ya, semua berawal dari persahabatan sejati yang penuh perbedaan tapi saling melengkapi, hingga sebuah pengorbanan ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit ketika tidak punya kesempatan untuk memilih dan hanya pasrah mengikuti skenario dari Tuhan. . . . Happy Reading #writingmoccachinoproject #60DaysWMP #moccachinopublisher
All Rights Reserved
#616
pernikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Past Dark
  • TITIPAN HATI (END)
  • SINGGAH (Telah Terbit)
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • A.M.O.R.A [ TERBIT ]
  • Cinta Sederhana (Lengkap)
  • BETWEEN
  • Call It What You Want (END)
  • ALEYA~~

Suatu hari tak sengaja aku mengenal sesosok pria manis yang juara gombal di pantai yang menakdirkanku memilikinya. Awalnya aku merasakan kebahagiaan, aku tak tau kalau endingnya akan sebegini beratnya. Bagiku kehilangannya adalah hal yang paling menyakitkan dan menyeramkan. Wanita ketigalah penyebab semuanya. "Mungkin aku kalah saingan dengan dia" batinku pilu Aku tak mengerti kenapa aku hanya bisa memilikinya sesaat? Kenapa di saat aku ingin bahagia, ia malah menjauh dariku... Mana janji yang sering dia ucapkan padaku? Mengapa kau tak membuktikannya? "Mungkin aku wanita yang tak memiliki apapun untuk membuatnya bahagia" Namun, salahkan aku? Jika aku ingin bersamanya? Jika aku ingin menapaki hidup bersama? Tuhan, kuatkan aku yang semakin rapuh dan lemah... Karena ulahnya.. Nantikan ceritanya ya guys🙏🙏. DILARANG KERAS PLAGIAT🚫 #jangan lupa komen #nantikan terus lanjutnya #ikuti terus karya saya ya #makasih atas waktunya yang sudah membaca novel saya #awas baperrrrrrrr

More details
WpActionLinkContent Guidelines