Story cover for Dylan, First Love by siskanadia18
Dylan, First Love
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jul 10, 2020
Setelah memutari kompleks berapa lamanya, kami bertiga istirahat sebentar di warung dekat kompleks untuk menbeli minum. Aku pun meminum air mineral yang ku beli. Segar sekali rasanya. Setelah mampir sebentar di warung, lalu kami pun pulang ke rumah masing-masing.

Saat aku sedang di jalan, aku melihat laki-laki tengah duduk di sebuah taman. Di lihat dari sisi samping saja sudah terlihat aura ketampanannya. Aku pun melanjutkan perjalanan, tak disangka, laki-laki yang ku lihat tadi sudah ada di sampingku. Jantungku berdegup kencang. Entah aku harus bagaimana. Ingin membuka pembicaraan, tetapi aku gengsi. Masa, perempuan harus memulai pembicaraan dulu.
All Rights Reserved
Sign up to add Dylan, First Love to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Naruto : God Of Shinobi (OC) by Lomon1998
25 parts Complete
Saya menemukan diri saya berdiri di atas air yang tampak seperti selokan. Dan maksud saya persis seperti itu. Saya benar-benar berdiri di atas air alih-alih di dalam air dan lingkungan saya terlihat seperti yang saya harapkan dari selokan. Bukan berarti aku begitu akrab dengan satu. Aku mengambil waktu sejenak untuk melihat-lihat. Itu tampak seperti lorong dalam arti hanya ada satu jalan di sini. Maju atau mundur. Tidak ada apa-apa selain kegelapan di satu arah dan di sisi lain ada cahaya redup. Jalan keluar mungkin? Jelas, saya menuju ke arah cahaya. Kegelapan di belakang sana tampak agak terlalu firasat. Aku pergi untuk mengambil langkah dan kemudian- Memori. yang asing. Sebuah desa di mana orang menggunakan atap seperti beberapa jenis jalan raya. Empat kepala besar dipahat dari batu. Tumbuh di panti asuhan dan kemudian di apartemen kecil. Pergi ke akademi untuk menjadi ninja. Lulus. Membentuk tim. Melakukan misi. Seekor ular. Invasi. Sosok kakek sekarat. Mempelajari suatu teknik. Kembali dengan pemimpin baru. Seorang rekan setim menjadi nakal. Mengejar dia. Sebuah tangan menembus dadaku. Kegelapan. ... Saya kembali untuk menemukan diri saya berlutut. Masih di atas air tentunya. Dan selokan itu masih ada. Saya bangkit kembali dan melihat sekeliling lagi tetapi dengan perspektif baru kali ini. Aku tahu di mana aku sekarang. Dan saya punya ide yang cukup bagus dari mana cahaya itu berasal. Itu pasti bukan Tuhan. Dan saya sangat senang ini adalah pemandangan pikiran, bukan selokan sungguhan. Berarti bisa keluar dari sini. Tapi itu hanya akan menjadi awal dari masalah saya, bukan?
Dear Fenly || Un1ty by elen_rue
24 parts Complete
Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.
You may also like
Slide 1 of 9
tumbal gadis perwan  cover
Naruto : God Of Shinobi (OC) cover
Ratusan Hari Mencari Hati cover
Our Journey To Love cover
Dear Fenly || Un1ty cover
Rainy Day (complete) cover
Di Balik Kacamata [END] cover
Sexy Daddy cover
Heart Attack cover

tumbal gadis perwan

1 part Complete Mature

mengungkap misteri yg berada di perkebunan cengkeh setelah di rasa sudah agak jauh dari lokasi tadi , serentak kami berdua menghentikan langkah kami , dan mencoba menarik napas yg tersenggal senggal " terus cantik ga tuh sosok yg gendal gendul Dit ?" " ihhh amit amit jabang babu . najis gue kalau di tampakin lagi , walau pun itu nya gendal gendul ,," seketika terdengar letusan tembakan ,, dan aku melihat ADit tersungkur ke tanah , aku berteriak memanggil nama nya , "Ditn ya allah.." " Ay kamu lari cepet , dengan suara parau ADit menyuruh ku tuk pergi " " cepat pergi, aku ga apa apa, kurasa ini tembakan bius saja " " engga Dit, kita harus pergi bersama bangun cepet, " " pergi ay sekarang " " tapi Dit " " dengerin aku kamu cari bantuan, kamu harus selamat Aisyah " " Ditn..... ADit bangunn ", sektika ADit pun tak sadarkan diri ,, "tunggu aku Dit, aku kan cari bantuan dulu ", dengan terpaksa aku meninggal kan dia yg terbaring ta sadarkan diri , aku berlari menuju ke arah perkebunan,,