Aku benci kata Rindu karena itu hanya membuatku kehilangan rasa percaya diriku saja. Rindu juga membuatku menjadi lemah. Seketika lembaran kenangan yang sudah ku tutup rapat terbuka dengan sendirinya tanpa hembusan angin, mengingatkan ku pada seseorang di masa dulu.
Langkahku yang sudah jauh ku tempuh tanpa dia kini terhenti karena Rindu.
Tekad ku yang sudah kuat ku bangun untuk mulai terbiasa sendiri kini menajadi lemah juga karena Rindu.
Iya, aku tau Rindu itu wajar saja apalagi untuk seorang yang sudah lama tak pernah kita jumpa dan tak pernah kita sapa.
Tapi tak wajar jika seorang yang kita rindukan itu saat ini sudah bersama orang lain.
Mengapa? Karena itu hanya sebuah penyiksaan saja untuk kita.
Perasaan rindu yang tidak akan pernah bisa tersampaikan dan tidak akan pernah bisa terbalaskan sampai kapan pun.
Seperti halnya air hujan yang turun membasahi.
Hanya bisa merasakan dinginnya, melihatnya jatuh, dan menghitung setiap tetesan air nya.
Sungguh tak bisa mencegah ketika airnya jatuh membasahi, tak bisa menggenggamnya walau hanya sebentar, juga tak cukup hebat untuk mengetahui sudah berapa banyak jumlah tetesan air hujan yang jatuh membasahi.
Seperti itulah rasa rindu yang ku rasakan padanya.
Aku hanya bisa merasakan bayangan dirinya yang tidak nyata dalam angan tidurku, melihat sosoknya dalam album foto facebook ku, dan menghitung setiap rasa rindu padanya yang datang tanpa di undang.
Dan aku tak bisa menolaknya ketika perasaan rindu itu datang, sakit yang ku rasa tak bisa bertemu dengannya untuk melampiaskan rasa rinduku padanya dan rasa penasaran yang terus menghantui, mengapa sampai saat ini aku masih merindukan nya yang sudah hampir hilang dari hidupku seiring bersama waktu?
All Rights Reserved