Greenish
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Secuil kisah tentang dua anak remaja dengan permasalahan keluarga. Arden, pemuda cerdas namun dingin. Hidup berkecukupan materi tetapi ia miskin akan kasih dan perhatian. Kekosongan dalam relung hatinya bagai lebam yang dipoles dengan berbagai prestasi. Seolah menyuarakan pada dunia bahwa ia lebih dari sekedar baik-baik saja, meski masa lalu merengkuh dirinya erat. Saras, gadis pekerja keras namun tetap ceria. Hidup dalam keluarga sederhana yang kasih sayangnya seakan dicegat oleh kebutuhan akan materi. Senyum dan tawanya mengemas kotak perasaannya dengan apik agar tidak ada yang akan bertanya alasan dari tangisnya. Segalanya ia kerahkan untuk meraih cahaya terang masa depan. Dua orang yang sangat berbeda. Dari segi sikap hingga masalah yang dihadapi, mereka jauh berbeda. Namun, ketika masalah mereka masing-masing menimbulkan interaksi ketika mereka berusaha mengatasinya. Bagaimana cara mereka menyelesaikan masalah? Akankah masalah berhasil diselesaikan? Sebuah kisah yang tercipta oleh irisan dua himpuan kehidupan manusia remaja yang berusaha menerka kemana alur takdir membawa mereka dan seperti apa permainan yang dimainkan takdir dalam hidup mereka. *** Terimakasih sudah bersedia mampir. With a new spirit, Dae-ri😊 Start on: 10/07/20
All Rights Reserved
#165
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Setulus Kasihmu (End)
  • A R S E A N A
  • Destiny✓
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Game of Hearts [REVISI]
  • Langit Yang Sama
  • Perempuan Kahfi
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines