Love You Like a Rain

Love You Like a Rain

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Apa yg ku benci dari hujan? suaranya? atau keegoisannya yg seenaknya turun kapan saja dan dimana saja? apa yg ku benci dari hujan? rintiknya yg membasahi jalanan? atau aktivitasku yg tertahan? . . . . Dari awal aku sudah tau bahwa aku tidak tertarik pada wanita. Tapi aku juga belum tau apakah aku tertarik pada pria atau malah memang tidak tertarik pada 'cinta'. Hingga... "Hai.. kau kenapa? kau sakit? aku bisa memberimu tumpangan.. ayo!" ujarku dengan suara yg sedikit keras. Hujan turun sangat deras siang ini. jadi aku terpaksa mengeraskan suaraku agar dia mendengarnya. "Ti..tidak. Bi..bisakah kau hentikan hujannya? A..aku-" Aku memandangnya bingung. Menghentikan hujan? bagaimana caranya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Hujan
  • True Love [ BL | TAMAT ]
  • Plueviophile
  • RAIN
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • MARKA; yeonbin AU
  • Alena, Si Gadis Hujan
  • The Truth Is, I....... (END)

Aku hanya diam, dan orang lain lalu lalang. Aku berdiri di sudut sebuah terminal, menunggu bus yang akan mengantarku berangkat ke sekolah. Mungkin tak tepat juga dikatakan menunggu bus, karena bus yang menuju ke arah sekolah sudah dari tadi berangkat, dan aku melewatkan banyak bus, menunggu hujan reda. Bukannya aku tak suka hujan, aku hanya tidak membenci hujan. Biasa saja. Hanya air yang turun dari langit, itu saja. Tapi banyak orang yang menanggapi hujan dengan berlebihan, seperti yang ada di sekitarku sekarang. Terlihat seorang ibu-ibu yang membawa dagangan yang akan dijualnya di pasar repot menutupi barangnya agar tak kebasahan. Ada seorang bapak yang mondar-mandir dan memakai telepon genggamnya, sepertinya dia seorang bos suatu perusahaan, dia terlihat memaki-maki, bukan memaki orang yang ada di seberang telepon, tetapi memaki hujan. Hujan, kau mau apa sebenarnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines