PINGSAN SAAT MALAM PERTAMA (SEGERA TERBIT)

PINGSAN SAAT MALAM PERTAMA (SEGERA TERBIT)

  • WpView
    Reads 11,109
  • WpVote
    Votes 300
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2020
Galih, Boss kejam dan sombong di perusahaan. Melamar seorang gadis polos yatim piatu. Sifat usil dan absurdnya yang selalu mencairkan suasana yang beku, membuat dia perlahan terbiasa. walau tak ada cinta di antara mereka, namun berubah seiring waktu. Disisi lain, dia punya dendam yang kuat. Pada Papa angkat istrinya. Apa yang akan dia lakukan? setelah dia kini mencintai putrinya. Lalu, bertahankah pernikahan mereka?
All Rights Reserved
#59
konten
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • My Favorite Chef
  • Oh My Boss! [Sudah Terbit]
  • Trappucino - END (CETAK - PENERBIT PROSPEC)
  • Menjadi Kekasih Bos [tamat-part lengkap]
  • Are You Teasing Me?
  • Secret and the Boss (TAMAT)

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines