Story cover for A Scardey Cat by larasatylaras26
A Scardey Cat
  • WpView
    Reads 4,067
  • WpVote
    Votes 502
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 4,067
  • WpVote
    Votes 502
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 10, 2020
DIA (30 Tahun, Perempuan)
Pernah nggak kamu menelpon seseorang yang nggak kamu kenal lalu menangis meraung-raung dan si Penerima telepon hanya diam mendengarkan tangismu? Aku? Pernah! Malu? Iya! Apa setelahnya aku masih berhubungan dengan si Penerima telepon? Tentu saja masih! Namanya Dipa, dan pria itu menjadi satu-satunya orang yang aku tuju ketika ingin bercerita.

Aku dan Dipa belum pernah bertemu, namun suara kami selalu berjumpa setiap saat. Apa aku ingin bertemu dengannya? Tidak. Untuk saat ini. Aku belum siap. Aku nggak berani berhadapan dengan wujud Dipa, tapi aku nyaman dengan suara Dipa.

"Eh, mungkin nggak kita ternyata pernah ketemu tanpa sengaja?" tanyaku.

"Aku rasa nggak." Jawab Dipa.


DIPA (35 Tahun, Pria)
Setahun yang lalu, gue mendapati sebuah panggilan dari nomor yang nggak gue kenal. Kebiasaan gue juga kadang suka males save nomor telepon, terutama nomor telepon klien-klien gue. Sejak panggilan telepon di malam itu, membawa gue berkenalan pada Dia hingga sekarang ini. Banyak hal yang gue bicarakan dengan Dia, dan kita sepakat untuk nggak mencari tahu profile lebih detail, kecuali gue dan dia sendiri yang memberi tahu. Gue nggak keberatan dengan itu.

Tapi, makin hari, rasa ingin gue untuk bertemu Dia semakin besar beriringan rasa takut akan resiko kalau nantinya bertemu dengannya.

...."Kenapa? Aku yakin setidaknya kita pernah berapapasan tanpa sadar."

"Karena aku tahu kalau itu kamu di sekitar aku."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add A Scardey Cat to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Nothing, But You... by uwuuuu1997
11 parts Ongoing
Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.
JANGAN PANGGIL AKU LARAS by Eprimanroe
4 parts Complete
Aku Laras yang tak ingin dipanggil Laras. Ini adalah tentang rahasia hidupku. Aku nyaman dengan kehidupanku saat ini bersama Rasya, anak lelaki usia 9 tahun. Aku hidup berdua dengan Rasya meninggalkan empuknya ranjang di rumah orang tuaku yang ikut menanggung aib karena kesalahan anak semata wayangnya. Tak tertahankan derai air mata ini saat mengenang mereka. Nama Laras sudah kukemas rapi dan tak seorangpun kuijinkan untuk membuka, tak seorangpun. Setidaknya sudah 9 tahun aku berhasil bertahan dan terlatih untuk selalu bangkit dari rasa pedih yang tersisa dari masa laluku. Buktinya aku bisa berdiri dan tersenyum dengan senyum yang kurajut dengan adanya Rasya, penyemangatku. Sampai suatu saat Satria hadir di kantor sebagai sosok bos baruku. Dia yang tak pernah kuharapkan lagi. Dia yang telah menghancurkan hingga menjadi serpihan yang terbuang. Apa yang ditawarkannya padaku kali ini? Apakah ada secuil penyesalan? Kalaupun ada, untuk apa? Semua sudah berakhir 9 tahun yang lalu. Apakah semua hanya kepura-puraan saja, demi uang? Raut wajah resahnya, membuatku bergeming. Mungkinkah 9 tahun ini membuatnya banyak belajar? Apa yang dialaminya selama 9 tahun ini? Apakah dia masih Satria yang dulu kukenal, yang kunanti-nantikan setiap malam tiba? Aku selalu menantikan ceritamu, ibarat pil tidur yang mampu membuatku terlelap setelahnya. Mengapa isi kepalaku dipenuhi tentang Satria setelah pertemuan itu? Buyar semua segala pertahanan yang kubangun. Atau mungkinkah masih ada secuil rasa tersisa di hatiku, setelah apa yang diperbuatnya padaku? Entahlah...
You may also like
Slide 1 of 9
MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI] cover
Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan cover
Nothing, But You... cover
Laskar Jingga cover
Yes, Sir cover
JANGAN PANGGIL AKU LARAS cover
Dear Mia cover
JATUH CINTA SETELAH MENIKAH cover
Memorable Night #N1 ( LENGKAP ) cover

MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]

30 parts Complete Mature

Setiap malam, di keheningan rumah besar itu, seorang pembantu setia melangkah pelan menuju kamar sang nona muda. Dengan lembut, ia menyanyikan lagu pengantar tidur hingga nona terlelap, lalu tetap di sisinya, seolah-olah dunia hanya milik mereka berdua. Malam-malam sunyi itu berubah menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan, membisikkan perasaan yang perlahan tumbuh di hati sang pembantu-sebuah cinta yang ia tahu tak boleh ada. Namun, semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin dalam perasaannya terjebak. Ia sadar, dirinya hanyalah seorang pembantu, seseorang yang dunianya jauh dari sang nona muda yang begitu ia kagumi. Cinta ini ibarat mimpi yang tak mungkin terwujud, namun harapannya tetap berbisik, mempertanyakan apakah keajaiban bisa menyentuh dua hati dari dunia yang begitu berbeda. Di tengah pertentangan batin dan realita yang dingin, ia bertanya-tanya: dapatkah cinta mengatasi batasan yang telah lama membentang, atau justru akan terkubur dalam sunyi?