A Scardey Cat

A Scardey Cat

  • WpView
    Reads 4,073
  • WpVote
    Votes 502
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
DIA (30 Tahun, Perempuan) Pernah nggak kamu menelpon seseorang yang nggak kamu kenal lalu menangis meraung-raung dan si Penerima telepon hanya diam mendengarkan tangismu? Aku? Pernah! Malu? Iya! Apa setelahnya aku masih berhubungan dengan si Penerima telepon? Tentu saja masih! Namanya Dipa, dan pria itu menjadi satu-satunya orang yang aku tuju ketika ingin bercerita. Aku dan Dipa belum pernah bertemu, namun suara kami selalu berjumpa setiap saat. Apa aku ingin bertemu dengannya? Tidak. Untuk saat ini. Aku belum siap. Aku nggak berani berhadapan dengan wujud Dipa, tapi aku nyaman dengan suara Dipa. "Eh, mungkin nggak kita ternyata pernah ketemu tanpa sengaja?" tanyaku. "Aku rasa nggak." Jawab Dipa. DIPA (35 Tahun, Pria) Setahun yang lalu, gue mendapati sebuah panggilan dari nomor yang nggak gue kenal. Kebiasaan gue juga kadang suka males save nomor telepon, terutama nomor telepon klien-klien gue. Sejak panggilan telepon di malam itu, membawa gue berkenalan pada Dia hingga sekarang ini. Banyak hal yang gue bicarakan dengan Dia, dan kita sepakat untuk nggak mencari tahu profile lebih detail, kecuali gue dan dia sendiri yang memberi tahu. Gue nggak keberatan dengan itu. Tapi, makin hari, rasa ingin gue untuk bertemu Dia semakin besar beriringan rasa takut akan resiko kalau nantinya bertemu dengannya. ...."Kenapa? Aku yakin setidaknya kita pernah berapapasan tanpa sadar." "Karena aku tahu kalau itu kamu di sekitar aku."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Yes, Sir
  • You Remember Me Or Forget Me?...
  • Laskar Jingga
  • Memorable Night #N1 ( LENGKAP )
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]
  • Dear Mia
  • Nothing, But You...

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines