We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Straight Way to Hell (Season 1)

Straight Way to Hell (Season 1)

  • WpView
    Reads 36,447
  • WpVote
    Votes 5,466
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jan 1, 2022
WpInfo
Fanfic
Naruto
(The End) *Bahasa : Semi formal *Semi Hurt Semesta memang bukan panggung biasa. Tak harus menderita layaknya cinta Jack dan Rose yang dipisah buana. Impian Hinata sederhana, sesederhana arti namanya. Menikah lalu hidup bahagia hingga tua renta. Hanya saja... hidupnya tak seterang nama yang disandang. Malang malah jadi tempatnya pulang. Tapi tenang. Hinata tak dendam. Hinata. Punya pernikahan yang bertahan satu bulan. Hinata. Janda miskin tanpa harta tinggalan. Hinata. Mengabdi di ibukota demi menyambung hidup di dunia. Dan Hinata. Sudah hidup girang bersama adik tercinta. Bak lagu yang ditinggal lagi sayang-sayangnya. Hinata, sudah terbiasa tanpa cinta. Hinata memilih memutar haluan saja. "Jadilah pacarku." Dia gila! "Jadilah bayangan di belakang rumahtanggaku." Bukan bahagia, tapi sang pria menawarinya durjana. Takdir sementara yang ia kira sudah usai membantu membalas lara. "Mari bersama berboncengan ke neraka, Hinata." Dasar pria sinting!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Extremely Loving You
  • Ordinary Love
  • HOUSE OF ABSURD
  • Not Cinderella
  • Konoha High School(Hinata) SELESAI ✔
  • Square (Empat Garis)
  • MY BASTARD HUSBAND [18+] Sasuhina Fanfiction
  • This marriage is bound to fail.
  • Bad Perfection
  • Y O U

Hinata tak pernah meminta perasaan ini. Perasaan begitu mencintai. Perasaan yang membawa rasa sesak dan rindu di saat bersamaan. Pria itu. Pria sama yang menyelamatkannya dengan senyum mataharinya, semangat apinya dan..... rasa benci terhadapnya. Semua terasa begitu hambar. Yang hanya bisa dia lakukan ialah bersembunyi. Mengikuti pria itu ke mana pun dia pergi. Melukis setiap ekspresinya dalam lembaran kanvas suci. Menyaksikan segala kegiatan yang dia lewati, tanpa berani mendekat hanya untuk sekedar menyapa. . . . ....Karena dia tahu, pria itu tak pernah menginginkan kehadirannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines