Insomnia

Insomnia

  • WpView
    Reads 186,129
  • WpVote
    Votes 11,068
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Jun 14, 2024
[ 21+ ] Eri Tjahyadikarta, produser musik ternama di Indonesia dengan nama panggung E.R., sudah mengalami gangguan tidur selama tujuh tahun lamanya, sampai ia bertemu dengan sosok wanita yang menjadi obat kantuk paling mujarab yang pernah ia coba. *** "Apa kamu emang semanis ini, sampai kamu harus tahu nama orang yang bercumbu sama kamu?" "Tidak sebelum aku ketemu kamu." "Kalau gitu biarkan aku juga sama dengan wanitamu yang lain." Eri melepas ciumannya dan menatap mata wanita itu lekat. Ia menelan ludah melihat bibir bengkak wanita itu akibat perbuatan dirinya. "Kalau begitu ayo kita pergi dari sini." "Kemana?" "Ke kamarku." ⚠️TW: Verbal Bullying (hanya di chapter tertentu dengan tanda tersebut)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK)
  • ALRICK [TAMAT-TELAH TERBIT]
  • [END] When the Stars are Tired
  • The Tycoon's Scandal
  • JOKES LIFE WITH TRUE LOVE [TERBIT | OPEN PO]
  • What If I am Without You (TAMAT)
  • Pacar Halal Presiden Mahasiswa
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines