FRAULEIN

FRAULEIN

  • WpView
    Reads 957
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 29, 2020
Andai segala hal yang kumiliki bisa ditukar dengan waktunya, sebentar saja. Aku sangat ingin menyuapinya, memeluknya dan mengatakan "Aku sayang kamu juga Ran." Maafkan aku karena selama ini aku terlalu menahan diri untuk menunjukkan rasa sayangku kepadamu. Maafkan aku, untuk segala kata maaf yang belum sempat terucap dari lisanku. ********************************************************************************************* Cerita ini diangkat dari kisah nyata yang diambil dari kisah hidupku sendiri. Mohon maaf jika ada kesamaan nama atau tempat yang tertulis dalam cerita ini. Dilarang menyalin, meng-copy, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi cerita tanpa izin penulis dan dilarang mengakui cerita. Saya sangat menghargai jika kalian nge-share cerita ini sebagi bentuk dukungan kalian kepada penulis. Best regards, Hanz Malkian Instagram : MALKIAN5
All Rights Reserved
#903
kisahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Masa SMP Ku
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • The Devil's Love
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Last Meet
  • Angel
  • REUNI (Enam)
  • Jejak Waktu [Complete]
  • little Girl And Possessive Cool Boy (End)

Novel ini menceritakan drama kehidupan yang menarik bagi para pemuda, cerita yang menceritakan lika-liku kehidupan seorang gadis, yang menjadikan dia yang dulunya Extrovert sekarang menjadi Introvert *Prolog* "Assalamualaikum" ucap ku sambil membuka pintu ruang rawat Arin "Wa'alaikumussalam" jawab semua orang berada di ruangan, Dengan suara yang parau Dengan sedikit berlari aku menghampiri Arin yang sedang berbaring kaku di tempat tidur rumah sakit "Arin bangun, katanya mau cerita sesuatu sama Ana, bangun yah Rin, tidurnya jangan lama-lama" ujar ku terduduk tak berdaya di samping tempat tidur Arin dengan mata yang berkaca-kaca Dengan spontan aku melihat kearah samping tempat tidur Arin, disitu terdapat alat pendeteksi detak jantung yang menunjukkan garis lurus disertai angka "0" Setelah melihat itu tangisku langsung pecah dan menangis sejadi-jadinya. Disaat itu juga ada yang memelukku dari belakang, lalu aku pun membalikkan badan ku dan menangis sejadi-jadinya di pelukan Azna "Udah yah Na, ikhlasin Arin, dia udah tenang di sana" ucap Azna berusaha menenangkan ku "Gak gak mungkin, ini cuma bohongan kan , dan ini pasti mesinnya mati" ujar ku sambil terus menangis "Udah tenangin diri kamu dulu yah na" ucap Azna dengan membelai punggungku dengan lembut _Udah segini dulu spoiler nya, dan lanjut ke awal cerita_ _Oya jangan lupa vote yah, supaya aku semangat buat update ceritanya. Makasih♡♡_

More details
WpActionLinkContent Guidelines