ZALIN
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
"ZALIN!!! " teriak seorang wanita berkepala tiga sambil membuka pintu kamar zalin dengan sangat kuat. Zalin tersontak kaget dan menatap ke arah pintu kamar nya. "ta tante rani? " ucap zalin terbata bata sambil menunduk kan kepala nya. Rani melangkahkan kaki nya ke arah zalin dengan keadaan marah. "kamu, uda berapa kali saya bilangin. JANGAN PERNAH GANGGU ANAK SAYA LAGI", zalin menunduk takut. "ta tapi tante. Zalin gak pernah ganggu anak tante kok. Za- akkhh" zalin meringis saat rambut nya telah di jambak dengan sangat kuat oleh tante nya. Sehingga kepala zalin mendongak ke atas. ....... Penasaran bagaimana cerita selanjut nya? Yuk! Baca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Resya's Journey Of Life?
  • ON SIGHT (Completed)
  • DETTA
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Because ILY [Completed]
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Rannia√
  • If we can together
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)

"Re" panggil seorang lelaki yang tengah duduk bersama kekasihnya "apa Zan?, kalau ngomong jangan nanggung nanggung napa buat penasaran aja, kezel aku" ucap kesal gadis yang duduk di sebelahnya dan tak lupa dengan bibir yang dimajukan "Haha jangan kezel kezel Re ntar cantiknya hilang loh" gombal lelaki itu kepada kekasihnya lantaran kesal kepadanya karena selalu berbicara setangah setengah "ih berisik cowo gilak, lanjut mau bilang apa tadi?" penasaran gadis itu kembali "lah ini muka tebel amat, ga bisa salting apa gimana hmm?" basa basinya bertujuan membuat kekasihnya semakin kesal "GIZANNN!" teriak gadis tersebut keras kerena habis sudah kesabarannya "iya iya ku lanjutin" fine lelaki itu "hmm.. paan?" tanya lembut gadis itu kembali yang kesekian kalinya sembari mencoba mengontrol emosi "nanti kalau kita udah gede kamu mau ga jadi pendamping aku?" tanya serius lelaki itu membuat si gadis menjadi terdiam sejenak dan berkata dengan percaya "iya aku mau"

More details
WpActionLinkContent Guidelines