Birthday

Birthday

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 178
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 5, 2021
Ketika setiap peringatan hari kelahiran menjadi penanda senyuman, tawa, lilin, kue dan kebahagiaan maka hari itu kan menjadi bersejarah. Namun hari itu sangat bersejarah bagiku dengan tangisan, jeritan, dan derita. . . "Tolonglah aku menanti senyummu"ucap seorang gadis dengan lirih. "Pergilah, aku tak bisa, karena senyum itu bukanlah milikku lagi"balas seorang laki-laki dengan datarnya. "Senyumku juga bukan milikku, namun untukmu aku rela merebutnya dari malaikat maut sekalipun"jawab perempuan itu dengan tenang.
All Rights Reserved
#121
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • GREENSTA [END]
  • Kalevi
  • Nathalea
  • Hadiah Cinta Sepuluh Hari [TELAH TERBIT]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Benalu [Terbit]

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines