Couple Cancer

Couple Cancer

  • WpView
    GELESEN 104
  • WpVote
    Stimmen 5
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Sep. 18, 2021
Dua gadis remaja yang disatukan dengan begitu banyak hal terutama persahabatan kedua orang tua mereka. "Keola kita pulang." ujar Azkia yang mendapat anggukan kepala dari Keola. "Gue nggak tahu kenapa gue sebahagia ini Kia." ungkap Keola antusias Azkia tersenyum dan mengangguk mengerti. Kembali menghadap ke depan Azkia menyipitkan matanya saat cahaya mengganggu penglihatan nya. Membulatkan matanya, Azkia membanting stir kesamping saat sebuah truk berada tepat di jalur yang sama dengan mobil nya. Pengemudi truk itu mabuk. Keola oleng mengikuti pergerakan mobil, menelan saliva Keola dilanda ketakutan. "Ki-kia?" panggil Keola ketakutan. "AAAHHHHH!!!" BRAK! •••• Drrttt drrttt drrttt Meraih ponselnya, nomor yang tidak dikenal tertera di layar ponsel Ansel. Meletakkan kembali ponsel pria itu tidak mengangkat dan menghiraukan nya. Terus menerus berdering membuat Ansel geram sendiri, kembali menggapai benda itu. Sekarang nama Masrial yang tertera, menekan tombol hijau Ansel mengarahkan ponsel ke telinga. "Ansel," panggil Masrial di sebrang sana. "Hm." "..." Setelahnya mengatakan semuanya Masrial mematikan panggilan secara sepihak. Spontan Ansel berlari keluar dari ruangan nya dan langsung menuju ke parkiran. •••• Dokter keluar setelah berjam-jam berada di dalam ruang UGD. Semua yang telah menunggu kedatangan dokter mendekat terutama Ansel dan Masrial. "Bagaimana keadaan kedua adik saya Dok?" tanya Masrial cepat. Menghela nafas panjang, memiliki kekuatan untuk menahan bobot tubuh nya sekarang. "Dok?" sekarang giliran Ansel yang membuka suaranya. "Kami hanya bisa menyelamatkan satu dari mereka berdua."
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • No Longer Mate
  • Kelas A [End]
  • Grafi [End]
  • Andira [End]
  • Arsyilazka
  • ALBAR
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • SAMUDERA

[End]"Adya, ambilin handuk dong!" "Kok nyuruh mulu sih, emang gue babu lo?!" "Lha, emang bener kan?" ●○●○●○●○ Kala itu, Alino sedang senang-senangnya hidup songong, Alino bahkan berkata seperti ini pada Adya, "Pokoknya kebutuhan Gue harus Lo yang siapin, karena Lo pembantu Gue." Meskipun kesal, Adya tetap tersenyum menanggapinya. Dan ada saat dimana Alino cemburu, ketika Adya lebih senang memperhatikan gebetannya daripada Alino sendiri, karena alasan itulah Alino akan lebih manja lagi. Tapi ada hari dimana Adya menyesal mengenal Alino, karena laki-laki itu menciptakan kisah yang tak Adya suka. ## "Untuk kali ini aja gue mau egois dalam hidup gue, tolong jangan pernah pergi ninggalin gue, Ra." -A "Gue lebih suka cerita cinta yang berakhir bahagia, karena meskipun kedua tokoh itu mengalami masalah, pada akhirnya mereka tetap hidup bersama." -A "Gue gak bisa untuk sekadar nangisin Lo, Lo terlalu jahat untuk Gue tangisin." -E ## Follow instagram »-> @ptr._.heree Copyright©2021

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien