WHO AM I ??

WHO AM I ??

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
WpInfo
Fanfic
Brrraaakkkk... "Kau Berbuat ulah lagi ?!?,sudah berapa kali kakek katakan padamu...JANGAN SUKA MENGGANGGU ORANG !! Kau dengar itu ALEXA JEFFIENTE ONGSEE ?!?! *** "ALEXA !!! SEKARANG KAU BERANI MELAWAN KAKEK ?!?!?" Butiran air turun membasahi pipiku. Bukan karna nada suara keras bagiku itu terdengar biasa saja. Tapi kekecewaanku pada kakek. Nada yang keras tidak mempan untuk seorang Alexa, mungkin untuk anak umur 9 tahun selain dirinya yang mempan. Bisa saja mereka bergetar ketakutan atau pingsan jika dimarahi seperti itu. Isakan tangisku semakin keras, entahlah aku tidak bisa mengontrolnya, dadaku sesak. Nenek memelukku dan mengusap punggungku. "AAAAAKKKKHHHHH !!!!" Kakek menggaruk kepalanya keras dan pergi kekamarnya. Isakan tangisku semakin tidak terkontrol. 'Ada apa denganku 'batinku. Papa... Mama... Aku dan Kak Joon merindukanmu...
All Rights Reserved
#239
funny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Psychopat [SELESAI]
  • Cool Girl Vs Cool Boy
  • Alexandra~Alfanso❤ (End)
  • Agatha [ End ]
  • Ayesha Transmigration
  • My Duchess / End
  • CUCU BUNGSU MAFIA (Tamat And Lengkap)
  • 27 FEBRUARI
  • KIARA [END]

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines