Asmara Rindu Nusantara

Asmara Rindu Nusantara

  • WpView
    LECTURAS 71
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 25, 2020
Asmara Rindu Nusantara (Arinda) seorang penulis artikel majalah fashion, bertetangga dengan Arianta Sirseis. Pria yang sangat tidak dia sukai, karena Pria itu memelihara kucing. Dimana Arinda sangat tidak menyukai kucing, meskipun bukan phobia. Setiap kali bertemu Arianta, Arinda selalu mendapat kesialan. Sayangnya lagi, mereka berdua selalu bertemu. Mengapa mereka selalu bertemu? Apakah takdir atau kebetulan? Ataukah ada alasan lain? Cerita ini terinspirasi dari lagu-lagu berikut: • Budi Doremi - Asmara Nusantara • Lyodra - Mengapa Kita • Tiara Andini - Maafkan Aku • Ziva Magnolya - Tak Sanggup Melupa
Todos los derechos reservados
#3
terlanjurmencinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • A For Z : Young Married
  • GARASYA [END]
  • Garis Fana [Terbit]
  • MARSHA (END)
  • Psychopath & Gadis polos (Completed)
  • Destiny Of Love | Rian Ardianto √
  • Menggenggam Ranting Patah
  • Januari✅
  • Butterfly
  • SUARA LANGIT [On Going]

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido