love-phology

love-phology

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2023
Hanya terdengar suara mesin dan juga AC di dalam mobil yang sudah berhenti semenjak lima menit lalu di depan rumah Aya. Aya menghembuskan napas. "Aku tadi denger obrolan kamu sama Arya di cafe," Dewa terdiam, menunggu Aya melanjutkan. "Wa, kalau kamu lupa, semua orang punya perasaan. Gak cuma kamu sama Jani. Semua orang juga bisa ngerasain sakit. Gak cuma kamu sama Jani," ucap Aya. Di sampingnya, Dewa, hanya mendengarkan dengan perasaan bersalah. "Aku kira masalah kita cuma sekedar kamu yang suka sama Jani. Ternyata lebih dari itu," ucap Aya dengan nada getir. Perempuan itu sudah merasa sesak di dadanya semenjak sore tadi. "Waktu terus berjalan, Wa. Hidup kamu gak mungkin terus tentang Jani. Kamu harus cari orang lain yang kamu sayang. Dan mungkin, bukan aku," Aya menarik napas, "Makasih satu tahunnya, Wa," ucap Aya lalu keluar mobil Dewa dan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, Aya menangis, mengeluarkan semua yang menyesakan sedari tadi.
All Rights Reserved
#15
antropologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ananda✔️
  • Abidzar
  • Naya
  • MY CRAZY MAN
  • ARBIAN [ ON GOING ] √
  • Devon [END]
  • Random Us [TAMAT]
  • I'm Your Daddy Rayvan ( END )
  • Black Rose

[Brothership/Sicklit/Slice of Life] *** Nanda tak pernah menangis ketika teman-teman mengejeknya karena ia menduduki peringkat terakhir. Ia juga tak iri meskipun orang tuanya tak pernah datang mengambil rapor ataupun menghadiri perpisahan sekolahnya. Nanda pun tak pernah ambil pusing jika para tetangga mengatainya anak kurang didikan, bodoh, ataupun hal lain yang menyakiti hati. Akan tetapi, jika dunia tak adil pada mamanya, Nanda akan sangat marah. Seperti permata berharga, Nanda amat menghargai dan mencintai mamanya. Sejak seorang pria menghancurkan hati mamanya, Nanda tak mempercayai pria manapun lagi. Baginya, ia saja cukup untuk membuat Mama bahagia. Hingga suatu hari, seorang kakak kelas menawarkan padanya untuk menjodohkan Mama dengan seorang pria. Awalnya Nanda menolak dengan keras, tetapi hal besar datang dan menyadarkan Nanda bahwa; Mama harus tetap bahagia baik dengan maupun tanpa dirinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines