love-phology

love-phology

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Hanya terdengar suara mesin dan juga AC di dalam mobil yang sudah berhenti semenjak lima menit lalu di depan rumah Aya. Aya menghembuskan napas. "Aku tadi denger obrolan kamu sama Arya di cafe," Dewa terdiam, menunggu Aya melanjutkan. "Wa, kalau kamu lupa, semua orang punya perasaan. Gak cuma kamu sama Jani. Semua orang juga bisa ngerasain sakit. Gak cuma kamu sama Jani," ucap Aya. Di sampingnya, Dewa, hanya mendengarkan dengan perasaan bersalah. "Aku kira masalah kita cuma sekedar kamu yang suka sama Jani. Ternyata lebih dari itu," ucap Aya dengan nada getir. Perempuan itu sudah merasa sesak di dadanya semenjak sore tadi. "Waktu terus berjalan, Wa. Hidup kamu gak mungkin terus tentang Jani. Kamu harus cari orang lain yang kamu sayang. Dan mungkin, bukan aku," Aya menarik napas, "Makasih satu tahunnya, Wa," ucap Aya lalu keluar mobil Dewa dan bergegas masuk ke dalam rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, Aya menangis, mengeluarkan semua yang menyesakan sedari tadi.
All Rights Reserved
#14
antropologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HanHan's Diary [END]
  • ANNISA {ON GOING}
  • I'm Your Daddy Rayvan ( END )
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Random Us [TAMAT]
  • Devon [END]
  • AIRen
  • Ananda✔️

【 Brothership 】 Yihan telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya di rumah sakit, berteman dengan selang oksigen dan suara monitor yang terus berbunyi. Kakaknya, Vanza, selalu berkata bahwa suatu hari Yihan akan pulang. Namun, Yihan tahu bahwa satu-satunya "pulang" baginya bukanlah rumah, melainkan tempat di mana ia bisa berlari bebas tanpa rasa sakit. Di balik senyumnya yang lembut, Yihan menyimpan impian yang tak bisa ia kejar, harapan yang harus ia genggam meski tahu akhirnya akan terlepas. Sementara Vanza terus menghiburnya dengan janji-janji manis, Yihan berpura-pura percaya, bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk kakaknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines