LOST CILDHOOD LOVER

LOST CILDHOOD LOVER

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 19, 2020
Sewaktu kecil Rafael pernah menjadi juara 1 di kelasnya. Papanya memberikan kamera polaroid sebagai hadiahnya. Keesokan harinya Rafael pergi ke taman dekat rumahnya untuk mencoba kamera barunya, karena merasa tidak ada yang cocok untuk difoto, jadilah Rafael duduk di bawah pohon yang rindang. Tidak lama seteleahnya, seorang gadis kecil menghampirinya sambil menawarkan es krim. "Kakak mau es krim nggak? Tadi aku beli tapi kata penjualnya kembaliannya kurang, dari pada mubazir aku kasih kakak aja." Ocehnya panjang lebar sambil menyodorkan 1 cup es krim rasa coklat. Mereka tidak saling mengenal waktu itu, tapi sebelum berpisah, mereka foto bersama. Rafael memberikan fotonya kepada gasis kecil yang menawainya es krim dan sebelum gadis itu pergi, Rafael mengambil foto gadis kecil itu sekali lagi. Rafael tidak menyadari bahwa gadis kecil yang memeberikannya es krim itu selalu terbayang di pikirannya bahkan sampai dia dewasa. *** Bis yang ditumpangi oleh orang tuanya dan teman-teman SD-nya kecelakaan waktu berangkat ke Bandung. Sebelum pergi meninggalkan Bandung, orang tua Reva merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Maka dari itu mereka meninggalkan wasiat yang di titipkan pada sekretaris keluarganya untuk disampaikan keempat anaknya. Reva yang umurnya baru 24 tahun ternyata mendapat wasiat agar menikah dengan anak teman SD orang tuanya yang bertemu dengannya beberapa hari sebelum barangkat ke Bandung. Ada rasa ragu di hati Reva. Di satu sisi dia ingin mengabulkan permintaan terakhir orang tuanya, padahal Reva belum bisa mengusir bayangan seorang anak lelaki yang duduk dibawah tahun beberapa tahun yang lalu.
All Rights Reserved
#86
perusahaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • RAKASYA [TERBIT]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Possesive Playboy
  • DAKSA [END]
  • SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI)

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines