Story cover for Because Me by rizkaaisya03
Because Me
  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 305
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Jul 12, 2020
Anugerah terindah yang Tuhan berikan adalah ketika kita masih diberikan kesempatan untuk berbuat kebaikan kepada orang lain, mengukir senyum dan tawa pada wajah mereka hingga sampai lupa sudah berapa lama diri sendiri berbohong pada kenyataan. 
Sedih, kecewa, marah, depresi, bahkan air mata selalu tersimpan rapat pada bibir yang tak jemu mengukir senyum hangat. 
Naura Maysastra seorang gadis remaja yang selalu terlihat riang tanpa beban dimata orang-orang, namun terlihat rapuh ketika dia sedang sendirian. Luka lama yang tak pernah bisa dia lupakan masih membekas pada ingatannya.
All Rights Reserved
Sign up to add Because Me to your library and receive updates
or
#34ceritapersahabatan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta dan Takdir Rania [End] cover
DIARY DAN DARA (END) cover
Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT) cover
CYNOSURE [Sudah Terbit] cover
Ada cinta dibalik hujan turun cover
»The Love Behind Secrets!  cover
Damira (END) cover
Sedalam Samudera  cover
RINDU YANG TERSESAT  cover

Cinta dan Takdir Rania [End]

56 parts Complete

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?