Memory of One Wound

Memory of One Wound

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 29, 2023
"Kalaulah hati tidak merestui buat apa dipaksakan," kata nya sembari memutar bola mata ke arah Dul, ia sudah pasrah tak tau mau bagaimana lagi menjelaskan pada dua sahabat itu "Tapi Ra, bukannya kita udah bersama udah hampir satu tahun, tidaklah ada sedikit pun perasaanmu buat Abang," ucap Lan berusaha bernegosiasi. "Setidaknya kamu memberi penjelasan pada kami berdua," lontar Dul. Suasana menjadi senyap, diantara mereka tidak ada yang berucap. Kelam, gadis itu menundukkan wajahnya, lenyap. "Apa yang kalian lakukan ini salah. Cinta itu hanya satu tujuan, ketika yang satu itu menyetujui. Pasti cinta akan mengikutinya." lirik Loli dari kejahuan. Ia bersembunyi di balik pohon, sesekali mengintip.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • troublemaker VS ketos! ✔
  • ARFANAZ (COMPLETED✓)
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Davidson || END
  • Satu Langkah
  • FARZAA
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Kelas A [End]
  • Kamu
  • DLS [ 2 ] Ansellina

"Sya" panggil Alita namun tak mendapat jawaban. "Syaaaa" panggilnya sekali lagi. "Hmmm" Rasya hanya mengguman. "Ish! jawabnya yang bener dong!" ucap Alita kesal, membuat Arsya tertawa dalam hati. Arsya hanya menghela nafas berat, "Kenapa al?" tanyanya. "Lo pernah suka pake banget sama cewe ga?" tanya Alita sambil memasang wajah yang serius. "Ga" jawabnya, lalu baru saja Alita ingin membalas Arsya sudah mendahuluinya "kecuali ke lo" sambil tersenyum ke arah Alita. Alita yang mendengar penuturan tersebut langsung memalingkan wajahnya yang sebentar lagi akan berubah warna menjadi tomat. " Gitu aja salting " balas Arsya. "Ish! nyebelin lo" balas Alita tak kalas sadis. "Bercanda sayang" bujuk Arsya sambil merangkul bahu Alita Kadang seperti itulah percakapan mereka, kadang Arsya yang bersikap acuh kadang pula bersikap romatis Kalian penasaran bukan dengan awal perkenalan mereka? Alita si troublemaker yang suka bikin onar tidak patuh akan peraturan sekolah dipertemukan oleh Arsya si ketua osis yang tegas akan peraturan sekolah. Lantas bagaimana cara mereka bisa saling mencintai kalau disetiap harinya selalu terjadi cekcok diantara mereka apalagi banyak perbedaan diantara mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines