UNDESIRABLE

UNDESIRABLE

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Apr 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Ia yang tak diinginkan,namun ia tetap berjuang.Ia yang patah,namun tetap penuh keteguhan.Ia yang tersakiti,namun ia tetap pada diamnya. "Lo itu jelek,dekil,buluk,hitam.Jadi gausah terlalu mengharap kita-kita itu mau berteman sama lo.Lo itu cocoknya jadi bahan bully."Ucap seseorang yang sangat menyakitkan. Diamnya orang bukan berarti satu kelemahan pada dirinya.Diamnya dia adalah kesabaran yang ada pada dirinya. Kesabaran itu memang tidak ada batasnya. Terkadang orang yang membenci kita adalah awal mulanya cinta yang tumbuh pada seseorang yang membenci kita. "Gue harus apa biar lo semua berhenti ngusik kehidulan gue?Lo semua gapernah tau apa yang gue alami selama ini!"Ucap Maura seraya menahan isak tangisnya. Wilza dan teman-temannya tertegun mendengarnya. "Lo semua seenaknya bully gue,lo semua hebat ya?Hebat banget ngerusak mental orang,hebat banget buat orang setiap hari selalu overthingking.Dan lebih hebatnya lagi lo semua BIKIN GUE TRAUMA,GUE BENCI SAMA LO SEMUA!"Teriaknya seraya menangis. "Pergi lo semua."Ucapnya dengan nada rendah.
All Rights Reserved
#4
reynaldi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines