Second Chance

Second Chance

  • WpView
    Reads 169,347
  • WpVote
    Votes 7,904
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"aku hamil Rud." "Buang anak itu Sasi, aku tidak menginginkan nya, aku tidak menginginkan kalian!" Cinta memang tanpa logika. Sasi yang selalu disakiti, tetap mencintai Rudy. Sampai saat itu, ketika dia dipaksa aborsi. Itu terlalu menyakitkan.
All Rights Reserved
#1
wil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Cinta di atas luka(Seri Ketiga Buah Kebencian Untuk Ayah) ; Sudah Terbit
  • HE IS MY MINE!
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • About kevin (End)✅
  • Is love true for me? (END)
  • TITIPAN HATI (END)
  • Bermain dengan takdir
  • Comeback

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines