Jalan Karma Manusia

Jalan Karma Manusia

  • WpView
    LECTURAS 138
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 15, 2020
"Rik ini anakmu, anak kita" "Tidak Sri Sampai kapanpun jangan pernah tunjukkan muka anak sialan itu didepanku" ujar riki sambil menunujuk kearah perut sri yang sudah membesar. Bahkan lelaki itu tidak pernah mencintaiku dengan tulus setelah dengan apa apa yang ku beri dengan ikhlas. demi dia apa yang tidak kulakukan? tubuhku pun dengan tanpa keberatan kuberi, keluarga yang sepuluh tahun kujalani pun kutinggalkan demi cinta yang berkenyataan pahit ini.Aku menggila dengan lelaki yang ku kira baik. Lalu bagaimana dengan aku yang kini sedang berbadan dua ditinggal dan ditolak pertanggung jawaban mentah mentah atas Kenikmatan yang kulayani setiap ia memgingingkannya?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Unpredictable Love
  • Disguise... [END]
  • Zakia & Sang Abdi Negara
  • Lean On Me [END]
  • Lukisan Amerta Anyura
  • Tempat Pulang: Cerita Cristal & Arka
  • Back Then Still You

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido