Like Vanilla Latte

Like Vanilla Latte

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2020
"Tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Anggap saja ini sudah takdir hidupku. Aku harus menjadi diriku sendiri, walaupun tanpa dia. Aku yakin dia akan bangga akan hal itu. Itu prinsipku. Maaf selama ini aku menyebalkan didepanmu, dan juga terimakasih kamu peduli denganku." Kata Yofan menjelaskan. Yolan terdiam. Kemudian ia mengalihkan matanya, menatap mata elang lelaki di depannya. Sosok lelaki yang tegar, dibalik sikap jailnya yang dilakukan setiap hari. Lucu. Sekuat itu senyuman menutupi masa kelam. Yolan tersenyum. Mata lelaki itu berkaca-kaca. "Apa kamu ingin menangis?" Tanya Yolan. Yolan langsung berpindah duduk di samping lelaki itu. "Hei, menangislah, kadang menangis itu perlu untuk meredakan rasa rindu dan meninggalkan masa kelam, kamu akan merasa lega setelahnya. Aku akan menemanimu." Yolan menatap sendu. Lima detik setelahnya, tangis Yofan pecah. Ia tak mampu membendungnya lagi. Yolan memeluknya. Mungkin dengan pelukan akan memberikan efek tenang secara perlahan, itu yang biasa keluarganya lakukan untuk membuatnya tenang. Kamu sudah menjadi dirimu sendiri dan kamu sudah melakukan yang terbaik. Tetaplah seperti itu.
All Rights Reserved
#563
emosi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • MY LOVE STORY
  • Big Love
  • IMPERFECT
  • Stres In Life
  • Dijodohin ✔ [COMPLETED]
  •  Widower's Fat Wife [End]
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Om, Ayo Nikah!

Kecelakan yg menimpah valen membuat dia lupa dengan ayya temen masa kecil nya . " sekarang gw tau siapa gw " kata valen yg ingat semua nya " ayya maaf in gw " kata valen yg menyesal atas apa yg dia lakukan .valen pun mangambil ponsel nya dan ingin mengabari ayya bahwa dia sudah tau semuanya . Tapi hasil nya nihil ayya tak menjawab telpon dari nya " gw harus ketemu sama ayya " kata batin valen. Valen pun ingin pergih menemui ayya tetapi sesaat membuka pintu ada gio dan erlan yg berdiri di depan pintu kamar rawat valen . " val, lo mau ke mana " tanya erlan " gw ada kabar gembira buat kalian , tapi gw harus kasih tau ayya dulu baru kalian " kata valen yg tersenyum pada sahabat nya . " val , lo masih belum sembuh " kata gio " apa sih gio biasa nya lo yg paling semangat kalau gw mau ketemu ayya " kata valen " tapi ayya " kata gio yg tak di lanjut kan " gw tau dia marah kan sama gw , tenang aja gw bakal kasih hadiah kesukaan nya " kata valen yg mulai berjalan meninggal kan sahabat nya . " val, ayya udah gk ada " teriak gio dan langsung menunduk . Seketika langkah valen berhenti . " apa maksud lo " kata valen yg mulai mencengkram jaket gio " ayya udah gk ada val " kata erlan sekali lagi " kalian pasti bohong " kata valen yg mulai tertunduk lemas . Hai guys mau tau cerita mereka lihat terus yaaa . 😁😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines