Edelweis dan Kenangan

Edelweis dan Kenangan

  • WpView
    Reads 2,257
  • WpVote
    Votes 1,195
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 8, 2021
WpInfo
Fanfic
Seventeen
[REVISI SETELAH TAMAT] "makasih Ra udah mau hadir di setiap hari gue. Meski itu cuman mimpi gue yg sangat merindukan akan hadir dan senyum dari lo"-Andra Diraz. Andra Diraz yang mempunyai saudara kembar,, namun ada hal yang membuat mereka harus berpisah dan tak bisa bertemu untuk selamanya. "gue harap rasa yang kita bangun selama ini akan berakhir seperti bunga edelwis ini Ra, meski lo udah hilang dari hidup gue. Kenangan tentang kita gk akan pernah pudar Ra. I promise you, i will always loving you, forever i can do that!" -Daniel Magentara
All Rights Reserved
#190
eric
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • dimana janji tersebut
  • Lima Pandhawa [END]
  • DARA FOR IGMAL
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Sehidup Semati | Complete
  • Saling menunggu atau hanya aku? (Dirombak)
  • ARGALAND
  • A.N.J.A.Y

"gue benci lo nay" ujar lasya menatap penuh amarah ke arah shanaya yang sedang di gendong oleh aksa menuju uks. tanpa sengaja naya melihat ke belakang dan melihat lasya sedang menatap mereka dengan mata tajamnya itu. πŸ’« "ayah janji ya, jangan lupain aku. dan ayah harus ingat kalau anak ayah yang asli itu shanaya Cherrye elvander. aku dan anak itu beda marga yah" pak el mengangguk tersenyum lebar dan mengelus kepala anaknya "iya ayah janji" "janji tetaplah janji, dan janji tidak akan bisa untuk di ingkari yah" pak el mengangguk. πŸ’« " aku ga akan pernah suka sama kamu sa, jadi tolong cari cewe lain yang lebih sempurna dari aku ya sa" ucap shanaya membenarkan pony rambutnya " menurutku kamu itu udah lebih dari sempurna nay" πŸ’« "jangan tinggalin aku ya nar, sekarang aku hanya punya kamu. kalo kamu ninggalin aku, nanti aku kesepian" "iya, aku janji" mereka berjanji dan berpelukan. πŸ’« "kenapa kamu jahat, kamu bilang kalau kamu suka aku. tapi kenapa setelah kamu pergi dan akan kembali, kamu harus pergi juga" "kenapa kamu merenggut nyawa kekasihku laut, dia salah apa" "kalo kamu merebutnya, aku tidak punya rumah. rumah yang tadinya utuh sekarang harus roboh lagi" "kamu juga. kan kamu juga sudah berjanji untuk kembali ketemu aku, tapi sekarang aku harus kehilangan kamu untuk selamanya"

More details
WpActionLinkContent Guidelines