Story cover for MUNAJAT CINTA by Afia_ulinn11
MUNAJAT CINTA
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 13, 2020
Warning!⚠️

Sediakan apapun yang mampu meredakan keram diperut, karna ulah ke ngakakan para krucil MC sudah berada ditingkat akut.🤐

Ini bukan cerita bad boy ketemu good girl atau sebaliknya, juga bukan kisah seorang pangeran yang mencari kekasih layaknya dongeng.

Inilah kisahnya dengan segala hal yang ia miliki. 

Berawal dari ketidak sengajaan hingga akhirnya Dia-lah yang menjadi jawaban atas setiap doanya.

"Cantik" ucapnya tulus sambil melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Tanpa disadari ternyata wanita tersebut mempunyai magnet tersendiri yang mampu membuat seorang lelaki dingin, Raffa Al-farezi penasaran akan segala hidupnya.

Kira kira siapa wanita tersebut?

Hanya Allah-lah yang mampu menjelaskan segalanya.













Story by    : Afia Ulinn
Ig               : uln.aff_
.
Started     : 14 Juli 2020
Finished   :  ~
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add MUNAJAT CINTA to your library and receive updates
or
#36sepertigamalam
Content Guidelines
You may also like
Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI] by nuruulf
58 parts Complete
[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019
Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku by smfa_wiv
46 parts Complete
Ini sequel dari cerita satunya lagi 'Saya Mencintaimu Karena Allah' Kalau ada yang mau baca sequel satunya monggo~ --- Menikah bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang. Termasuk sosok pria yang telah matang sejak lama masih single alias status jomblo yang selalu dia elak ketika di sindir. Telah lama sendiri membuatnya nyaman dengan apa yang dia miliki sekarang. Segala ekonomi, garis keturunan, dan tampang yang tidak main-main, bisa saja dia memikat banyak wanita tapi... semuanya akan sia-sia karena seluruh cintanya telah di tanamkan pada sosok perempuan yang kini telah memiliki anak yang selalu dia jaga dan dia rawat. Namun bukannya di rawat dengan baik justru dia lah yang menjadi korban segala kejahilan dan tingkah anak itu yang kadang membuatnya bisa tersenyum dan tertawa lepas di balik seluruh tekanan sang Mama berikan. "Uncle!" "Iya Ra. Ada apa, hm?" 🌹 Bagaimana dengan kelanjutan kisah sang Uncle dan keponakan nakalnya yang menjadi mood booster nya? Apakah pada akhirnya Uncle itu bisa menikah dengan pilihannya sendiri? Ikuti perjalanannya dalam cerita Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku Publish: 1 Juli 2024 - Publish ulang: 25 Desember 2024 End: - --- Rank: #1 Ilmu agama [02-01-25] #1 Ashraf [02-01-25] #1 Sinclair [02-01-25] #1 Bucin halal [02-01-25] #2 Suami tampan [02-01-25] #2 Spiritual romance [02-01-25] #3 Pasangan islami [02-01-25] #3 Agama islam [02-01-25] #3 Suami idaman [02-01-25] •~•~•~• CERITA INI MURNI HASIL KHAYALAN SAYA SENDIRI HAK CIPTA DILINDUNGI OLEH ALLAH SWT. JIKA ADA PLAGIAT MAKA AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI AKHIRAT KELAK!!! Ig: @sanyalwira
You may also like
Slide 1 of 10
Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI] cover
Ta'aruf, Yuk! [SUDAH TERBIT] cover
Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku cover
CRUSH {END} cover
Kamu Separuh Agamaku [TERBIT] cover
Untukmu Imamku cover
Kisah Aksal si Casa(NO)va [SELESAI] cover
Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ] cover
AL - FATIH [SELESAI]  cover
Cinta Surga (TERSEDIA E-BOOK) cover

Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]

58 parts Complete

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019