Story cover for When Rainbow Comes by Rui_Wong
When Rainbow Comes
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Jul 13, 2020
Hanyalah sebuah kebetulan yang membawaku ke taman kecil itu.
Hanyalah suatu kebetulan ketika kamu melihatku duduk menyendiri di sana di bawah guyuran hujan.
Suatu kebetulan belaka ketika kamu datang kepadaku dengan penasaran.

Di taman itu, di bawah guyuran hujan, kita bertemu...


***
Cerita ini adalah sebuah cerita pendek dan ringan, tanpa identitas jelas dan spesifik gender untuk 'MC' dan 'teman berisik kita'.
Ini juga adalah cerita pertama yang kutulis di sini, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan ataupun kurang menarik bagi kalian.. ^^; 
Although short and just a simple story, please enjoy this story :).
***
.
.
.
.
.
P.S :
-Cover picture done by me, but picture is not mine.....
-The 2 bunnies doesn't present any specific characters... (Aren't they cute, tho? 😊)
All Rights Reserved
Sign up to add When Rainbow Comes to your library and receive updates
or
#494rainbow
Content Guidelines
You may also like
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
48 parts Complete Mature
DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.
You may also like
Slide 1 of 10
Repain cover
Haters and Lovers of Rain [END] cover
hujan cover
AKHIR (tak) BAHAGIA cover
Everything cover
Pieces of Light  cover
Short Stories: Raindrops cover
My Roommate  cover
My Annoying CEO [GxG] cover
Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover

Repain

13 parts Complete

Aku meniup permukaan teh hijau dalam cangkir putih ini, menyesapnya perlahan. Mataku tertuju pada gerimis diluar yang dibatasi dengan kaca bening, menatap kosong. Lagi-lagi hujan. Kembali, kata-kata terangkai di pikiranku yang kosong. Kepingan masa lalu, Sebenarnya, siapa yang salah? Apakah aku-- yang menyerah karena aku tahu aku tak pantas berada disampingmu Atau kamu-- yang menyerah pada keadaan? Apakah aku-- yang percaya kalau kamu berpura-pura menyukaiku Atau kamu-- yang tak berusaha menjelaskan apapun? Satu hal yang tak pernah terungkap hingga sekarang, Fakta yang mana yang benar, Kalau kamu memang menyukaiku, Atau kamu, berpura-pura menyukaiku? Tiba-tiba saja, aku kembali ke alam sadarku, terhenyak pada sesuatu diluar. Semua yang disekitarku terasa sunyi. Kamu disana, berjalan dibawah hujan.