Hanyalah sebuah kebetulan yang membawaku ke taman kecil itu.
Hanyalah suatu kebetulan ketika kamu melihatku duduk menyendiri di sana di bawah guyuran hujan.
Suatu kebetulan belaka ketika kamu datang kepadaku dengan penasaran.
Di taman itu, di bawah guyuran hujan, kita bertemu...
***
Cerita ini adalah sebuah cerita pendek dan ringan, tanpa identitas jelas dan spesifik gender untuk 'MC' dan 'teman berisik kita'.
Ini juga adalah cerita pertama yang kutulis di sini, mohon maaf sebelumnya jika ada kesalahan ataupun kurang menarik bagi kalian.. ^^;
Although short and just a simple story, please enjoy this story :).
***
.
.
.
.
.
P.S :
-Cover picture done by me, but picture is not mine.....
-The 2 bunnies doesn't present any specific characters... (Aren't they cute, tho? 😊)
Evellyn Argantara seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh paman dan bibinya. Ia tumbuh sebagai gadis yang cantik dan pintar. Namun, karena paman dan bibinya sudah tidak sanggup menghidupi Evellyn karena masalah keuangan dan untuk keluarganya sendiri, Evellyn yang tidak enak hati memilih hidup mandiri di luar sana.
Claudia Renanta Purnomo - Anak dari seorang pemilik saham perusahaan marbel terkenal. Karena usia Purnomo yang sudah menginjak umur enam puluh lima, ia mewariskan hartanya pada kedua anak kandungnya itu. Kakak Claudia mengurus perusahaan di luar negeri tepatnya di Singapura, sedangkan Claudia di dalam negeri.
Status dan kasta keluarga Evellyn dengan Claudia sangat jauh berbeda.
Claudia yang sedang dalam fase mati rasa melihat gadis yang membuatnya tertarik.
Warning : LGBT+
No 21+
Cerita ini tidak akan menampilkan visual aktor yang diperankan. Menurut kepercayaan masing-masing dari para pembaca aja...
Photo by Pinterest. Photo yang saya masukkan ke dalam cerita maupun di sampul tersebut adalah photo dari Pinterest. Saya tidak akan mengklaim photo tersebut.
Jika kalian kaum homophobic jangan membaca cerita ini.