Götterdämerung

Götterdämerung

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
Cerita ini tidak ada kaitannya dengan drama musik karya Ricard Wagner meski judulnya sama. Götterdämerung merupakan mitologi Jerman sama halnya seperti Ragnarok mitologi Nordic. Penulis tertarik menelisik sisi gelap pikiran manusia, makhluk Tuhan yang selalu bersembunyi di balik kepalsuan dan basa-basi untuk melindungi suatu motif atas segala tindakan yang dilakukan. Untuk story cover masih mengambil dari google karena belum sempat mendesain sendiri :) Thx ADP.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 4 Pangeran Nocturna (Blood & Rebellion)
  • Ahli Siasat Dari Dunia Lain
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • Sunyi tak terlihat
  • Warisan Gandari
  • The Comedian's Last Laugh
  • Blue Sky » Jaemin X You
  • Horor

Dunia ini bukan milik manusia semata. Sejak awal peradaban, mereka hidup berdampingan dengan makhluk yang keberadaannya hanya berbisik di antara lorong-lorong sunyi dan malam-malam tanpa bulan. Vampir bukan sekadar mitos yang tertulis dalam dongeng penuh ketakutan. Mereka nyata, menghirup udara yang sama, melangkah di jalan yang sama, namun tetap terpisah oleh batas yang tak kasat mata. Manusia boleh menguasai siang, tetapi malam adalah milik mereka. Di singgasana tertinggi, di balik dinding batu obsidian yang dingin, duduklah Raja Malakar-pemimpin mutlak yang namanya sendiri cukup untuk membungkam para pembangkang. Ia bukan sekadar raja, melainkan algojo yang memerintah dengan genggaman tangan besi. Tidak ada ampun bagi yang menentang, tidak ada belas kasih bagi yang lemah. Clarence, Saveri, Atlas, dan Arkananta. Mereka adalah pewaris Nocturna, empat pangeran yang diasuh dalam darah dan pertempuran, dibesarkan di bawah bayang-bayang seorang raja yang menuntut kesempurnaan. Setidaknya, sebelum malam itu terjadi. Malam yang mengubah segalanya. Malam di mana Nocturna, yang tak terkalahkan, terguncang oleh sesuatu yang bahkan Raja Malakar sendiri tak mampu kendalikan. Malam di mana bayangan menjadi lebih kelam, dan kebanggaan menjadi kehancuran. #281226

More details
WpActionLinkContent Guidelines