The Red Line

The Red Line

  • WpView
    Reads 240
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cerita Fantasi tentang seorang siluman rubah yang ditakdirkan untuk menciptakan perdamaian yang sesungguhnya di Ignacia. Namun jalan yang harus ditempuhnya harus menghadapi banyak rintangan. Akankah dia berhasil melewati rintangan walaupun harus mempertaruhkan segalanya? (Hah... Gak ada yang akan perduli sama sinopsis murahan kayak gini) Daripada buang-buang waktu langsung saja baca ceritanya. (Kalau jelek maklumi saja, karena ini novel pertama yang kubuat seumur hidup. Tapi kritik kalian akan jadi tolak ukur untuk semuanya. Jadi leave comment kalo ada salah kata atau rancu) Motto : Hiduplah walaupun kehidupan tidak menerimamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Queen from Southern Sea
  • INSOMNIA - it supposed to be a love letter (complete)
  • Heartless
  • ALZEA
  • I'm More Than Just A Princess
  • Villainess Illusion [HIATUS]
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • Va in Soarta ✓ [TERBIT]

*Note : Buku ke 15 O Yen [search : mencret9x] Bosan dengan wajah prajurit dan budak yang sama Nyi Roro Kidul memutuskan untuk mencari mangsa baru, pergi ke gerbang tempat dimana salah satu pintu kerajaannya terletak. Diam diam memantau dari permukaan air, ia menaruh mata pada sosok pria ganteng menurutnya yang akan dibawa ke dalam kerajaan tengah bermain air di pinggir pantai bersama kawannya. Siapa sangka yang dibawanya malah ternyata wanita dengan dada tepos. Nyi Roro Kidul kini tengah menimbang apakah akan melempar wanita colongannya ke darat lagi meski itu tak mungkin ia lakukan atau menjadikannya budak. Namun begitu mata wanita itu terbuka, pupil yang dalam telah mendebarkan dada. Membuat Nyi Roro Kidul mendapat sapaan paling tidak senonoh sepanjang masa hidupnya. "Dasar penculik cabul! Pulangkan aku sekarang!" Berani beraninya wanita ini berbicara lancang pada dirinya! Bertolak belakang dengan jantung yang memacu lebih kencang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines