Mencari Cahaya

Mencari Cahaya

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 27, 2020
Kematian adalah kata yang sangat ditakuti oleh semua makhluk hidup di dunia ini. Menghilang dari dunia, lalu pergi meninggalkan orang-orang yang sangat kita sayangi dan cintai. Yang tersisa hanya lah sebuah nama yang terukir pada batu nisan. Mengapa aku tidak merasakan ketakutan itu? Perasaan bercampur aduk dalam diriku, rasa cemas, takut dan tak nyaman saat berada dalam keramaian yang sangat sesak rasanya. Menjadi seorang introvert adalah pilihanku untuk menghindari diri dari mereka. Aku benci padangan mereka yang melihatku seakan menghakimi. Apakah aku salah dalam berpakaian? Apakah ada sesuatu di wajahku yang membuat mereka memperhatikanku? Apa yang salah dari diriku? Semakin hari hidupku semakin gelap, tak ada yang memedulikan keberadaanku, ada atau tidaknya aku tak akan mempengaruhi siapa pun. Sampai akhirnya seorang Psikiater mendiagnosis bahwa aku mengidap Social Anxiety Disorder. Hariku semakin memburuk, kegelapan membawaku pada titik ujung kehidupan. Tak tahu harus mencari sumber cahaya ke mana, tak ada yang menuntun jalan untuk membawaku lari dari kegelapan ini. Aku sesak, aku tidak bisa bertahan dengan keadaan seperti ini. Dan kau datang di saat yang tepat, kau memberikanku setitik cahaya dan dengan sabar menuntunku yang tertatih mencoba keluar dari kegelapan ini.
All Rights Reserved
#255
anxiety
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Bulan [End]
  • Isi Kepala
  • Memories in Moon
  • MAP OF THE SOUL: City of Dream (END)
  • Senja merindu fajar
  • You're Here, But Not For Me
  • Coretan Sera (HIATUS)
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines