Something Beautiful

Something Beautiful

  • WpView
    Reads 2,305
  • WpVote
    Votes 259
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 27, 2021
"Bagiku, Kak Adam adalah tempat pulang yang selama ini kurindukan." - Regina Auristela. "Bagi gue, Nana bukanlah sekadar teman yang membuat nyaman." - Adam Nurwahid. ~ Jika Nana punya alasan di balik kerapuhannya, tak jauh beda dengan Adam yang memiliki alasan di balik keangkuhannya. Adam, seorang gitaris dan komponis itu kehilangan teman. Sementara Nana, gadis dengan kesederhanaan itu kehilangan pacar. Ketika Nana berencana ingin mencari tahu kejanggalan tentang kematian Evan Bhagawanta-pacarnya, lelaki angkuh itu datang menawarkan bantuan dan memintanya menjadi teman. Walaupun angkuh, Nana selalu suka bagaimana Adam selalu jadi diri sendiri meskipun banyak yang membenci. "Nana, don't forget to be yourself." Dan mereka menjadi sedekat nadi sebelum sebuah kesalahan membuat mereka sejauh matahari. Saat Adam yakin ingin memulai kembali dari awal, Nana bimbang harus bertahan atau meninggalkan? [Untuk kamu yang takut menjadi diri sendiri, it's okay. There is Adam who accompanies you in this story.] Something Beautiful Aoloawan © 2020
All Rights Reserved
#945
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejenak Luka
  • Eliinaa
  • HILANG [Segera Terbit]
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • AgniaDiary's
  • You Are Mine [Terbit]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Sebuah Rasa
  • Shena Aquella {SELESAI}.

"Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Naraka tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Naraka tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Naraka menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Naraka di hidup mereka. Karena Naraka cacat. Penuh cela. Naraka dibenci. Naraka disiksa. Naraka ditinggal. Naraka tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Naraka bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines